
Beritamerdeka.co.id – Kota Tegal memiliki Gedung Dewan Pimpinan Cabang Hiswana Migas Divisi IV Wilayah Pekalongan yang siap beroperasi.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat DPP Hiswanamigas (Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas ) Rachmad Muhamadiyah meresmikan gedung baru Hiswanamigas Divisi IV Wilayah Pekalongan di Jalan Arjuna Kelurahan Slerok Kota Tegal Selasa, 26 Agustus 2025.
Dalam sambutannya Rachmad menyampaikan apresiasi kepada segenap pengurus Hiswana migas Divisi IV yang telah berhasil membangun gedung yang cukup representatif sebagai pusat kegiatan dan informasi dan internal Hiswana migas. Dengan adanya gedung baru akan menambah semangat bagi anggota Hiswanamigas untuk menjalankan usahanya di bidang perminyakan dan gas.
Ketua DPC Hiswana Migas Divisi IV Wilayah Pekalongan Fajar Mahardika kepada Jurnalis Beritamerdeka.co.id, menuturkan
Hiswanamigas adalah merupakan organisasi yang menaungi mitra Pertamina, sedangkan Hiswana migas Divisi IV Pekalongan saat sekarang ada sekitar 499 anggota yang tersebar di tujuh kabupaten dan Kota yaitu kab/Kota Tegal, Brebes Pemalang Kab Pekalongan dan Batang.
Fajar mengatakan Ini adalah Kantor Hiswanamigas, sebuah organisasi yang menaungi mitra Pertamina baik agen LPJ, PSO non PSO, SPBU, SPBE, maupun Pelumas.” kata Fajar panggilan akrabnya.
Lanjutnya, pembangunan gedung baru ini adalah salah satu amanat hasil dari muscab ke 11 Hiswanamigas di Pemalang, diantaranya merencanakan pembangunan gedung tersebut, dan Alhamdulillah sudah selesai dibangun dan akan dimanfaatkan untuk kegiatan organisasi.” Ujar Fajar.
Kami menyalurkan bahan bakar minyak maupun LPJ yang bersubsidi dan pastinya sesuai dengan aturan yang ditentukan pemerintah.
Hiswanamigas sebagai mitra Pertamina memahami betul aturan maupun regulasi dari pemerintah yang sifatnya fluktuatif. Hiswanamigas selalu mengikuti aturan dan regulasinya.”ungkapnya.
Ia menambahkan terkait penyaluran BBM jenis Pertalite maupun solar maupun gas Lpj bersubsidi pastinya kami menyalurkan agar tepat sasaran.
Disinggung soal kenaikan harga BBM, kata fajar memang kalau BBM non subsidi setiap bulannya mengalami fluktuatif harga tetapi yang bersubsidi baik Pertalite maupun solar, harganya sesuai ketentuan pemerintah. Sedangkan untuk harga sesuai dengan HET yang sudah ditentukan pemerintah.
Dalam kesempatannya Fajar menghimbau kepada masyarakat pengguna gas Lpj 3 kg harus sesuai aturan, karena LPJ bersubsidi sudah ada ketentuannya
“Tidak semua orang berhak menggunakan LPJ 3 kg, karena, sudah ada ketentuannya, didalam tabung gasnya kan sudah ada tulisannya hanya untuk masyarakat miskin dan gas 3 kg segmentasi pemberian 3 kg adalah warga masyarakat petani, nelayan dan UKM.”
“Sedangkan pengguna BBM jenis Pertalite maupun solar sudah ada aturannya , Jadi bagi masyarakat yang mampu gunakan gas yang non subsidi.”
Peresmian gedung Hiswana Migas ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Ketua DPP Hiswana Migas disaksikan oleh Ketua DPC Hiswana Migas Wilayah Pekalongan dan DPW Jawa Tengah dan anggota Hiswana Migas. (Zen/Bid)
