
Beritamerdeka.co.id – Gerakan Pramuka di Kabupaten Tegal mengambil langkah maju dengan melantik Pramuka Satuan Karya (Saka) Milenial (Mitra Inovasi dan Literasi Teknologi Informasi Digital).
Pelantikan Saka Milenial dilakukan di Pendopo Amangkurat, Pemkab Tegal, pada Rabu, 10 September 2025.
Saka Milenial ini resmi menjadi wadah baru untuk mengasah talenta digital para Pramuka Penegak dan Pandega.
Saka Milenial dibentuk untuk menjawab tantangan besar di masa depan. Menurut Ketua Saka Milenial, Nurhayati, yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Indonesia butuh 9 juta talenta digital pada tahun 2030.
Tapi kata Nurhayati, saat ini hanya bisa memenuhi sekitar 6 juta. Ini berarti, ada kekurangan sekitar 600 ribu talenta setiap tahun.
“Pembentukan Saka Milenial ini diharapkan bisa memperkuat kolaborasi dan koneksi, terutama dalam memberikan literasi digital kepada Generasi Z dan generasi setelahnya,” ujar Nurhayati.
Nurhayati menambahkan, dari 278 juta penduduk Indonesia, 221 juta di antaranya sudah terhubung ke internet. Angka ini menunjukkan potensi besar dari sisi kuantitas.
Namun, kualitas literasi digital masih menjadi pekerjaan rumah. Banyak yang masih mudah terperdaya oleh hoaks dan jebakan judi online.
Wakil Ketua Kwarcab Tegal, Muchtar, berharap Saka Milenial bisa menjadi agen perubahan, untuk menyebarkan konten positif dan menangkal judi online.
“Di tengah derasnya arus media sosial, mereka bisa menyebarkan konten positif dan menjadi benteng untuk menangkal hoaks serta judi online,” ungkapnya.
Muchtar juga optimistis, pelantikan pengurus baru ini akan membawa semangat baru bagi kemajuan gerakan Pramuka, khususnya di bidang literasi digital.
Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Amir Makhmud, menekankan pentingnya mempersiapkan Generasi Alpha, mereka yang lahir antara 2010 hingga 2025, untuk menghadapi Revolusi Industri 5.0.
“Generasi Alpha punya keterampilan teknologi yang luar biasa, bahkan lebih terampil dari generasi sebelumnya,” jelas Amir.
Meski karakteristik mereka masih terus berkembang, para ahli memprediksi bahwa Generasi Alpha akan menjadi kelompok besar dengan identitas unik.
Oleh karena itu, peran orang tua, pendidik, dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk membimbing mereka, dengan tetap menanamkan nilai-nilai etika, budaya, dan kekeluargaan.***
