
Beritamerdeka.co.id – RSUI Harapan Anda kembali dalam rangka peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H menggelar Pameran Replika Benda Bersejarah Zaman Rosulullah.
Pameran Replika Benda Bersejarah Zaman Rosulullah 1447 H digelar untuk masyarakat umum dari mulai tanggal 15 hingga 30 September 2025.
Acara Pameran Replika Benda Bersejarah Zaman Rosulullah yang diselenggarakan RSUI Harapan Anda tersebut tidak dipungut biaya alias gratis tanpa kecuali.
Ketua Yayasan RSUI Harapan Anda, H. Muhammad bin Ali Afiff mengatakan bahwa tujuan utama RSUI Harapan Anda menggelar pameran ini adalah untuk mengingatkan kembali umat Islam akan sejarah dan perjuangan Nabi Muhammad SAW.
“Sehingga dengan melihat replika benda-benda bersejarah tersebut, pengunjung diharapkan bisa merasakan kedekatan dengan sosok beliau dan mengambil pelajaran dari kesederhanaan dan keteladanannya,” ujar H. Muhammad bin Ali Afiff usai acara doa pembukaan pameran, Senin, 15 September 2025.
Beberapa kali pameran replika benda bersejarah peninggalan zaman Rosulullah yang pernah diadakan RSUI Harapan Anda Tegal selalu menjadi daya tarik banyak pengunjung, karena memberikan kesempatan langka bagi masyarakat untuk “melihat” peninggalan bersejarah yang selama ini hanya bisa mereka baca di buku atau lihat di film dokumenter.
Menurut Ustadz Edy Zamroni yang memandu pengunjung pameran mengatakan bahwa dalam pameran yang digelar kali ini menampilkan replika Raja Abrahah beserta kostumnya yang dikenal upayanya menyerang untuk menghancurkan ka’bah di Mekkah.
Selain itu terdapat juga busana yang dikenakan putri bungsu Rosulullah SAW, Sti Fatimah Az-Zahra yang banyak diteladani kaum Muslimah.
“Iya dalam pameran kali ini ada benda bersejarah yang baru ditampilkan seperti replika raja Abrahah serta ada juga busana yang dikenakan Siti Fatimah putri bungsu Rosulullah,” ujar Ustadz Edy Zamroni pada awak media.
Hari pertama dibukanya pameran, ratusan pengunjung yang terdiri dari para pelajar sudah memenuhi ruang pameran yang membawa buku catatan sebagai tugas dari pihak sekolah.
“Iya kami ditugasi dari sekolah untuk mempelajari sejarah Islam terutama perjuangan nabi Muhammad yang kita hormati pak,” ungkap Agung Eria Patria Wicaksono, pelajar kelas 7, SMP Al-Irsyad Kota Tegal.
Aria menyampaikan makna kunjungan ke pameran tersebut sangat penting sebab perjuangan Rosulullah SAW sangat inspiratif untuk mencapai tujuan.
“Pameran ini sangat penting untuk kami sebagai generasi muda Islami yang wajib meneladani sifat-sifat Rosulullah didalam menegakkan agama Allah,” kata Aria.
Sementara bagi dua pelajar putri Nasya dan Ais penugasan oleh sekolah sangat bagus untuk belajar dari keteladanan putri Nabi Muhammad Rosulullah SAW, Siti Fatimah Az-Zahra dengan kehidupannya yang sederhana dan pengabdian pada keluarganya.
“Bagus sih, jadi bisa mengingat kembali sejarah-sejarah Islam, jadi kita bisa tau dan belajar dari keteladanan Siti Fatimah,” kata Ais yang diiyakan Nasya.
Sekilas Raja Abrahah
Abrahah berasal dari kerajaan Abyssinia (sekarang Ethiopia) yang setelah menjadi jenderal militer ia dikirim untuk menaklukkan Kerajaan Himyar di Yaman. Setelah menaklukkan Yaman, Abrahah merebut kekuasaan dan menyatakan dirinya sebagai raja independen.
Pakaian yang dikenakan Raja Abrahah dan pasukannya mencerminkan busana militer dan bangsawan di wilayah tersebut pada abad ke-6 Masehi.
Raja Abrahah dikenal dalam khazanah Islam sebagai raja yang memimpin ekspedisi militer untuk menghancurkan Ka’bah di Mekkah, yang dikenal sebagai “Tahun Gajah”.
Sebagai seorang raja atau gubernur, Abrahah mengenakan jubah atau tunik panjang yang terbuat dari bahan-bahan berkualitas tinggi, seperti wol atau linen, dengan warna-warna yang mencolok, mungkin dihiasi dengan sulaman atau bordir.
Ia juga memakai mahkota, hiasan kepala, atau sorban yang menandakan kekuasaannya. Pakaian ini akan membedakannya dari prajurit biasa.
Siti Fatimah Putri Bungsu Nabi Muhammad SAW
Siti Fatimah, atau lebih dikenal dengan nama Fatimah Az-Zahra, adalah sosok yang sangat dihormati dalam Islam. Ia adalah putri bungsu dari Nabi Muhammad SAW dan istrinya, Siti Khadijah.
ia menikah dengan Ali bin Abi Thalib, yang kemudian menjadi Khalifaurosyidin keempat. Dari pernikahanny, mereka dikaruniai putra-putra yang sangat dicintai, yaitu Hasan dan Husain, serta putri-putri bernama Zainab dan Ummu Kultsum.
Fatimah Az-Zahra dikenal karena kepribadiannya yang mulia. Ia memiliki sifat-sifat teladan, seperti kelembutan hati, kesabaran yang luar biasa, dan kesederhanaan dalam hidup.
Meskipun berasal dari keluarga Nabi, ia menjalani kehidupan yang sederhana dan penuh pengabdian.
Fatimah Az-Zahra sering disebut sebagai panutan bagi seluruh wanita Muslim. Ia menunjukkan pengabdian yang mendalam kepada ayahnya, suaminya, dan agamanya.
Sebagai seorang Muslimah yang taat, Fatimah mengenakan pakaian yang longgar dan menutup seluruh tubuhnya (jubah/gamis) serta kerudung yang menutupi kepala dan dada. Pakaiannya tidak memperlihatkan lekuk tubuh, sesuai dengan syariat Islam.
Kostum Siti Fatimah lebih tepat digambarkan sebagai busana Muslimah yang sangat sederhana, tidak mewah, longgar, dan sepenuhnya menutup aurat. Pakaiannya mencerminkan kerendahan hati dan keteladanan akhlaknya yang tinggi.
Fatimah Az-Zahra wafat sekitar enam bulan setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Lokasi makamnya menjadi topik yang diperdebatkan di antara para sejarawan, meskipun banyak yang meyakini beliau dimakamkan di dekat makam ayahnya. (Anis Yahya)
