Regional

Upacara Hari Kesadaran Nasional, Warga Binaan Lapas Slawi Menangis Saat Lagu Indonesia Raya Berkumandang

×

Upacara Hari Kesadaran Nasional, Warga Binaan Lapas Slawi Menangis Saat Lagu Indonesia Raya Berkumandang

Sebarkan artikel ini
Upacara Hari Kesadaran Nasional di Lapas Slawi (Ade W/beritamerdeka.co.id)

Beritamerdeka.co.id – Pemandangan mengharukan terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Slawi. Ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) berdiri tegap dan khidmat mengikuti upacara Hari Kesadaran Berbangsa dan Bernegara, Rabu 17 September 2025.

Beberapa di antara mereka tampak menahan haru saat bendera Merah Putih berkibar dan lagu Indonesia Raya menggema di lapangan Lapas.

Advertisement
Scroll untuk membaca

Bertindak sebagai pembina upacara, Kasi Binadik Giatja Lapas Slawi, Brian Ariesto Sidik, menegaskan pentingnya menumbuhkan kembali rasa cinta tanah air, bahkan bagi mereka yang sedang menjalani masa hukuman.

“Kesadaran berbangsa dan bernegara adalah modal penting untuk menjaga keutuhan NKRI. Upacara ini menjadi momen untuk menyalakan kembali semangat kebangsaan dan menjadikannya pedoman dalam menjalani pembinaan,” ujarnya.

Brian juga mengingatkan bahwa Hari Kesadaran Nasional bukan sekadar rutinitas bulanan, melainkan momentum untuk refleksi diri. Nilai nasionalisme dapat diwujudkan dengan disiplin, kepatuhan terhadap aturan, dan tekad untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Salah satu warga binaan, sebut saja A, mengaku terharu mengikuti kegiatan ini.

“Walaupun kami sedang menjalani hukuman, mengikuti upacara membuat kami merasa kembali menjadi bagian dari bangsa ini. Kami diingatkan untuk tidak melupakan tanah air, dan itu menumbuhkan semangat baru untuk berubah,” tuturnya.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembinaan di Lapas Slawi tidak hanya berfokus pada keterampilan kerja, tetapi juga membentuk karakter, moral, dan jiwa nasionalisme para WBP. Dengan cara ini, mereka diharapkan siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bermanfaat.

Lapas Slawi menegaskan bahwa pemasyarakatan bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga upaya memanusiakan manusia. Upacara Hari Kesadaran Nasional menjadi salah satu langkah nyata menumbuhkan kembali cinta tanah air, meski berada di balik jeruji.***