Pilihan EditorRegional

Metamorfosis Barwas Tegal Menjadi JARI RAYA

×

Metamorfosis Barwas Tegal Menjadi JARI RAYA

Sebarkan artikel ini

Barwas Barisan H Wasto berubah nama menjadi JARI RAYA

Suasana usai kegiatan Silaturahmi Barwas atau Barisan H Wasto yang kini berubah nama JARI RAYA di WM Keboen Dhahar, Tegal Selatan, Minggu, 5 Oktober 2025

Beritamerdeka.co.id – Temu Silaturahmi para kader Barisan H Wasto (Barwas) Kota Tegal antusias tetapkan komitmennya solidkan anggota untuk orientasi antusiasme harapan kedepan.

Kegiatan Silaturahmi kader yang penekanannya pada konsistensi pada garis perjuangan pola satu komando diharapkan dapat menghindari propaganda destruktif anggota Barwas.

Advertisement
Scroll untuk membaca

Acara Silaturahmi kader Barwas yang dihadiri pembina H. Wasto, rencananya juga dihadiri anggota DPRD Kota Tegal H. Susanto Agus Priyono.

Ketua Barwas Imam Prawono : Seorang Perwira Lapangan Tak Akan Tinggalkan Prajurit Usai Tempur

Namun menurut Ketua Barwas, Imam Prawono bahwa Susanto Agus Priyono berhalangan datang karena posisinya masih berada diluar kota.

“Beliau tidak bisa hadir ditengah-tengah kita karena sedang ziaroh di Surabaya,” ujar Imam Pranowo.

Selanjutnya Imam Prawono menerangkan dalam sambutannya bahwa merujuk dari arahan beberapa tokoh masyarakat Kota Tegal termasuk usulan kepala daerah Kota Tegal yang menganjurkan agar nama organisasi tersebut sebaiknya tidak merujuk pada nama seseorang.

Imam Prawono, Ketua JARI RAYA (Jaringan Rakyat Indonesia Raya)

Akhirnya setelah melalui pertimbangan terutama pertimbangan Pembina Barwas, H. Wasto, nama Barwas mengalami metamorfosis dari nama Barwas ke nama baru Jaringan Rakyat Indonesia Raya (Jari Raya) dengan ketua tetap dipegang Imam Prawono.

Selain arahan pembina, H. Wasto dan Ketua Barwas, Imam Prawono, perubahan nama itu juga dikompromikan pada kader Barwas yang diagendakan dalam sebuah acara Silaturahmi kader barwas yang diadakan di Rumah Makan ‘Keboen Dhahar’ Jl. Madura, Tegal Selatan, Minggu, 5 Oktober 2025.

Perubahan Barwas menjadi Jari Raya diproyeksikan pada kepentingan jangka panjang sehingga diperlukan perubahan nama yang dileburkan pada organisasi dengan jaringan yang lebih luas dan pilihannya menjadi onderbouw Partai Gerindra.

Sebagai onderbouw partai politik, JARI RAYA juga telah mempersiapkan platform atau manifesto organisasi yang senafas dengan induk partainya.

“Mari kita ambil kesepakatan apakah Barwas ini akan kita ganti namanya menjadi Jari Raya yang menjadi ounderbouw dari partai Gerindra. Saya hanya minta persetujuan apakah Barwas ini diganti dengan JARI RAYA, panjenengan setuju atau tidak,” ungkap Imam.

Perubahan nama dari Barwas menjadi JARI RAYA dan menjadi onderbouw Partai Gerindra akhirnya mendapatkan dukungan penuh atau aklamasi dari para kader barwas.

Sehingga tanggal 5 Oktober 2025 menjadi tonggak sejarah mendemisionerkan Barwas dan mendeklarasikan secara resmi dengan nama Jaringan Rakyat Indoneaia Raya atau JARI RAYA yang di ‘akulturasikan’ sebagai onderbouw partai Gerindra.

Selanjurnya menurut Ketua panitia Silaturahmi kader, Banul Arief mengatakan pihaknya akan mempersiapkan dokumen yang diperlukan untuk diajukan ke pimpinan wilayah partai Gerindra dan diajukan untuk pengakuan dari pemerintah daerah melalui Kesbangpol.

“Iya nanti kita maju pimpinan wilayah (Gerindra) dan nantinya kita akan laksanakan arahan dari wilayah apakah perlu juga diajukan ke pusat, dan daftarkan ke Kesbangpol,”” kata Banul.

Ketua Panitia Silaturahmi Barwas atau JARI RAYA, Banul Arief

Sementara itu H. Wasto usai memberikan sambutan, menyampaikan pada beritamerdeka.co.id perihal terjadinya perubahan nama dari Barwas (Barisan H. Wasto) menjadi JARI RAYA atau Jaringan Rakyat Indoneaia Raya yang dimasukkan sebagai onderbouw partai Gerindra.

Seperti yang dituturkan, dirinya sangat mendukung dan apresiasi adanya perubahan tersebut karena perubahan ini penting mengikuti dinamika politik yang fluktuatif dan unpredictable khususnya membaca peta politik di Kota Tegal kedepan.

“Satu alasan kenapa Barwas dirubah menjadi Jaringan Rakyat Indonesia Raya itu untuk mengikuti perkembangan karena dinamikanya sehingga perlu nama yang dapat mencakup secara meluas,” ujar H. Wasto.

H. Wasto pembina Barwas atau kini jadi JARI RAYA

Lebih lanjut disebutkan bahwa barwas dilebarkan menjadi organisasi inklusif yang mampu menjadi wadah bagi pihak-pihak yang ingin bergabung didalamnya sehingga kesan organisasi ekslusif milik perorangan tapi berubah menjadi organisasi terbuka bagi siapa saja yang ingin membesarkan bersama.

“Atas dasar dari himbauan para tokoh Gerindra juga agar bermetamorfosa ke lain nama maka kami memilih nama yang lebih relevan dan cocok ya Jari Raya itu. Harapnnya dapat mencakup banyak anggota yang betul-betul punya potensi untuk membesarkan organisasi ini,” jelasnya.

Sehingga kedepannya masih menurut H Wasto, organisasi Jaringan Rakyat Indonesia Raya dapat menjadi fasilitas atau sarana untuk menentukan dan diharapkan melahirkan calon-calon pemimpin masa depan yang baik.

“Dan Jari Raya ini dibentuk bukan hanya menuju tahun 2029 tapi untuk beekelanjutan. Mudah-mudaha saya berpesan kepada anggota agar selalu menjaga kekompakan antar anggota dan membawa kemaslahatan yang lebih bagus,” pungkas H Wasto. (Anis Yahya)