Regional

Gencarkan Rehabilitasi Warga Binaan, Ini yang Dilakukan Lapas Slawi

×

Gencarkan Rehabilitasi Warga Binaan, Ini yang Dilakukan Lapas Slawi

Sebarkan artikel ini
Penyuluhan keagamaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas Slawi (Ade W/beritamerdeka.co.id)

BeritaMerdeka.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Slawi kembali menunjukkan komitmennya dalam membina warga binaan, tak hanya dari sisi hukum, tetapi juga dari sisi moral dan spiritual.

Melalui kerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Tegal, Lapas Slawi menggelar penyuluhan keagamaan di Masjid At-Taubah, yang diikuti dengan penuh khidmat oleh para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), pada Selasa 7 Oktober 2025.

Advertisement
Scroll untuk membaca

Kegiatan ini menghadirkan Ustaz Syaiful Amal, dari Kemenag Kabupaten Tegal sebagai narasumber. Dalam ceramahnya, menekankan pentingnya keimanan dan akhlak mulia sebagai pondasi dalam membangun kembali kehidupan yang lebih baik, terutama bagi mereka yang tengah menjalani proses rehabilitasi akibat penyalahgunaan narkoba.

“Iman yang kuat akan melahirkan tekad untuk berubah. Setiap manusia punya kesempatan kedua untuk memperbaiki diri,” tutur Ustaz Syaiful Amal di hadapan para WBP.

Penyuluhan keagamaan ini menjadi bagian dari program rehabilitasi berbasis spiritual, yang bertujuan membantu warga binaan melawan adiksi dan menumbuhkan kesadaran diri agar siap kembali ke masyarakat dengan mental yang lebih tangguh.

Kepala Lapas Slawi, Edi Kuhen, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan pilar utama dalam proses pemasyarakatan.

“Kami ingin mereka tidak hanya bebas secara fisik, tapi juga merdeka secara batin dan siap memulai hidup baru,” ujarnya.

Sinergi antara Lapas Slawi dan Kemenag Kabupaten Tegal ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menghadirkan pembinaan yang utuh, mental, sosial, dan spiritual. Kegiatan pun berlangsung tertib dan penuh makna, meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta.

Dengan pendekatan yang lembut namun berdampak besar ini, Lapas Slawi membuktikan bahwa rehabilitasi sejati dimulai dari hati yang beriman dan tekad untuk berubah.***