InternasionalTni Polri

NATO Perkuat Perbatasan Timur: Polandia dan Rumania Kerahkan Sistem Anti-Drone Canggih ‘Merops’

×

NATO Perkuat Perbatasan Timur: Polandia dan Rumania Kerahkan Sistem Anti-Drone Canggih ‘Merops’

Sebarkan artikel ini
Sistem pertahanan Anti Drone Merops buatan AS sudah terpasang di Polandia dan Rumania, akan dikerahkan di sepanjang perbatasan timur NATO, dari Turki di selatan hingga Norwegia di utara.

Beritamerdeka.co.id – Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) memulai langkah signifikan untuk memperkuat pertahanan di sepanjang wilayah timurnya dengan sistem Pertahanan Anti-Drone Merops.

Polandia dan Rumania (Anggota NATO) kini secara resmi mulai mengerahkan Sistem Pertahanan Anti-Drone Merops buatan Amerika Serikat (AS) di perbatasan mereka.

Advertisement
Scroll untuk membaca

​Pengerahan sistem berteknologi tinggi ini merupakan bagian dari upaya besar NATO, yang dijuluki “Eastern Sentry” atau Operasi Penjaga wilayah Timur.

Investor Tiongkok Masuk Kota Tegal Bakal Serap 3000an Tenaga Kerja

Hal itu untuk menghadapi ancaman drone yang terus meningkat, terutama setelah beberapa insiden pelanggaran wilayah udara NATO oleh drone Rusia dalam beberapa bulan terakhir.

Kecanggihan Merops: Perang Drone Lawan Drone

Merops (Multispectral Extended Range Optical Sight) adalah sistem counter-drone yang ringkas, bahkan dilaporkan cukup kecil untuk diangkut dengan mobil pikap ukuran sedang. Keunggulan utamanya terletak pada pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI).

Identifikasi dan Navigasi: Merops mampu mengidentifikasi, melacak, dan mendekati drone musuh, bahkan saat navigasi satelit dan komunikasi elektronik (jamming) sedang diganggu.

Akurasi Tinggi dan Biaya Rendah: Menurut Kolonel Mark McLellan, asisten kepala staf operasi di NATO Allied Land Command, Merops menyediakan deteksi yang sangat akurat dan mampu menembak jatuh drone dengan biaya yang jauh lebih rendah daripada menerbangkan jet tempur F-35.

Cara Kerja: Sistem ini “pada dasarnya menerbangkan drone melawan drone,” kata McLellan. Merops dapat melumpuhkan drone musuh secara langsung atau memberikan informasi penargetan yang sangat akurat kepada pasukan darat atau udara untuk ditembak jatuh.

Diuji Coba di Medan Perang Ukraina
​Kehadiran Merops di perbatasan NATO bukan tanpa alasan. Sistem ini telah berhasil diuji dan menunjukkan efektivitasnya dalam perang di Ukraina, yang saat ini telah menjadi “laboratorium” bagi pengembangan perang drone. Keberhasilan di Ukraina menjadi faktor kunci mengapa NATO memilih Merops untuk memperkuat perbatasan timur.

Jangkauan Pengerahan yang Luas

Pengerahan sistem ini tidak hanya terbatas pada Polandia dan Rumania. Rencananya, sistem Merops ini akan diperluas di sepanjang Perbatasan Timur NATO, mulai dari Norwegia di utara, melintasi negara-negara Baltik, hingga ke Turki di selatan. Selain Polandia dan Rumania, Denmark juga dilaporkan akan menggunakan sistem Merops.

Menteri Pertahanan Polandia dan pejabat Rumania telah mengonfirmasi bahwa Merops telah mulai beroperasi, menekankan bahwa teknologi ini merupakan kontribusi AS untuk mengamankan wilayah timur Aliansi, dan akan diintegrasikan ke dalam sistem komando dan kontrol NATO.

Polandi dan Rumania bergabung dalam gelombang perluasan Pakta Pertahanan atlantik Utara setelah berakhirnya Perang Dingin:

​Polandia bergabung pada 12 Maret 1999.

​Rumania bergabung pada 29 Maret 2004.

​Sebagai anggota NATO, kedua negara ini berkomitmen pada prinsip pertahanan kolektif, yang berarti serangan terhadap salah satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota (Pasal 5 Perjanjian NATO). (***/Anis Yahya/Sumber : War Archives)