Pilihan EditorRegionalSeni & Budaya

Tunjukkan Empati Bencana Brebes, PSI Tunda Perayaan Kirab Budaya di Tegal

×

Tunjukkan Empati Bencana Brebes, PSI Tunda Perayaan Kirab Budaya di Tegal

Sebarkan artikel ini
DPW Jawa Tengah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui surat edarannya menunda kegiatan Kirab Budaya yang rencananya bakal diadakan di Kota Tegal pada 16 November 2025

Beritamerdeka.co.id – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Tengah memutuskan untuk menunda pelaksanaan kegiatan Kirab Budaya di Kota Tegal.

Kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 dengan Kirab Budaya sedianya digelar di Kota Tegal, 16 November 2025 namun terpaksa ditunda.

Advertisement
Scroll untuk membaca

Penundaan Kirab Budaya dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian partai terhadap musibah bencana banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Brebes.

Kirab Budaya Kota Tegal, Bakal Dihadiri Orang Paling Berpengaruh di Republik Ini

​Penundaan ini disampaikan melalui surat edaran resmi dari DPW PSI Jawa Tengah, sejalan dengan instruksi langsung dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI.

PSI Fokus Bantuan Kemanusiaan di Brebes

​Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo Prabowo, dan Sekretaris, Amelia Ulfa, dalam surat edaran tersebut, mengimbau seluruh jajaran DPD PSI di Jawa Tengah untuk mengutamakan empati dan dukungan kepada masyarakat terdampak bencana.

Dukungan dapat berupa bantuan langsung maupun koordinasi dengan lembaga penanggulangan bencana setempat.

H. Tambari Gustam

​”Kegiatan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-11 Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kota Tegal, yang sedianya akan dilaksanakan pada Minggu, 16 November 2025, ditunda pelaksanaannya hingga pemberitahuan lebih lanjut,” bunyi salah satu poin dalam surat edaran tersebut.

Persiapan Kirab Budaya Sudah Matang

​Penundaan ini dilakukan di tengah persiapan perayaan yang sudah mencapai tahap akhir. Penyelenggara kegiatan, H. Tambari Gustam, mengakui bahwa pemberitahuan penundaan ini memang mendadak, namun situasi bencana banjir di Bumiayu, Brebes, menjadi pertimbangan utama.

“​Pemberitahuan sangat mendadak. Tapi memang situasi bencana banjir di Bumiayu menjadi pertimbangan untuk menunda kegiatan kirab budaya. Kebetulan daerah tetangga sedang mengalami musibah, maka sangat tidak elok kalau di Tegal kemudian memaksakan kegiatan tersebut,” jelas H. Tambari Gustam.

​Ia menyampaikan permohonan maaf atas penundaan ini, mengingat panitia sudah mempersiapkan acara selama hampir sebulan lebih.

Persiapan kirab budaya, misalnya, telah rampung dengan pembentukan sebelas gunungan bertema produk unggulan daerah. Setiap gunungan akan menampilkan 4 orang total berjumlah 44 orang.

Pengusungan “ancak,” dengan tema khusus seperti ikan asin dari Kota Tegal, bawang merah dan telur asin dari Brebes, nanas madu dari Pemalang, serta hasil bumi dari Kabupaten Tegal.

​Selain itu, tim kreator seni yang dipimpin oleh Heru Mataya dari Solo, berkolaborasi dengan seniman tari asal Tegal, telah menyiapkan Tari Payung dan Replika Gajah.

​”Tapi karena memang ada musibah bencana alam banjir di Bumiayu, maka kami akan bergeser ke sana (lokasi bencana). Bersama-sama teman LSM Cordova dalam waktu dekat akan ke lokasi bencana,” tutup Tambari Gustam, menegaskan prioritas partai untuk segera terjun membantu korban bencana.

​Informasi terkait jadwal pelaksanaan kegiatan HUT PSI yang baru akan disampaikan kemudian melalui surat edaran resmi dari DPW PSI Jawa Tengah. (Anis Yahya)