InternasionalTni Polri

Jenderal Jerman Ungkap Kekhawatiran Terbesar Eropa Bergeser dari Kyiv ke Washington

×

Jenderal Jerman Ungkap Kekhawatiran Terbesar Eropa Bergeser dari Kyiv ke Washington

Sebarkan artikel ini
Jenderal Christian Freuding

Beritamerdeka.co.id – Jenderal Christian Freuding, salah satu pejabat militer senior Jerman dan Kepala Staf Perencanaan di Kementerian Pertahanan Jerman, telah menyuarakan kekhawatiran.

Kehawatiran yang mendalam Eropa kini tidak lagi berpusat di medan perang Ukraina, melainkan di jantung kekuasaan Amerika Serikat, Washington D.C.

Advertisement
Scroll untuk membaca

Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan The Atlantic, Freuding menyampaikan bahwa perubahan yang paling meresahkan dihadapi Eropa bukanlah manuver militer Rusia.

Perluasan Akses Beasiswa ke Amerika Serikat dengan Aminef Dibahas Kemdiktisaintek

Keresahan yang dirasakan Eropa karena erosi drastis dalam komunikasi dan koordinasi dengan mitra utama mereka, Amerika Serikat.

Jalur Komunikasi yang “Terputus Sama Sekali”

Freuding, yang memiliki peran sentral dalam mengelola dukungan militer Jerman untuk Ukraina, mengungkapkan bahwa hubungan kerja langsung yang pernah ia nikmati dengan para pejabat pertahanan AS—hubungan yang dia gambarkan sebagai “siang dan malam”—kini telah “terputus—benar-benar terputus.”

Kesenjangan komunikasi ini menimbulkan ketidakpastian yang signifikan di kalangan sekutu Eropa, terutama saat mereka mencoba merencanakan bantuan militer jangka panjang untuk Ukraina.

Penghentian Bantuan AS Tanpa Peringatan

Contoh paling nyata dari keretakan ini terjadi ketika pemerintahan mantan Presiden Donald Trump mengambil keputusan sensitif terkait pasokan senjata ke Ukraina.

Menurut Freuding, Jerman tidak menerima peringatan apa pun sebelum keputusan AS untuk menghentikan pengiriman senjata diumumkan.

​”Freuding baru mengetahui tentang penghentian pengiriman senjata tersebut setelah keputusan telah dibuat,” demikian laporan tersebut.

​Kurangnya konsultasi ini merupakan pelanggaran serius terhadap protokol sekutu tradisional, yang mengharuskan koordinasi erat, terutama dalam masalah yang menyangkut keamanan kolektif NATO.

Diplomat Jerman “Mencari-Cari Seseorang di Pentagon”

Kondisi saat ini memaksa para diplomat Jerman di Washington untuk melakukan upaya yang tidak biasa dan kurang efisien untuk mendapatkan informasi.

Untuk memahami arah kebijakan Amerika Serikat atau apa yang sebenarnya sedang terjadi di Pentagon, para diplomat ini kini “mencoba mencari seseorang di Pentagon” yang bersedia menjelaskan situasi tersebut.

​Situasi ini tidak hanya memperlambat respons Eropa terhadap kebutuhan Ukraina, tetapi juga memicu kekhawatiran yang lebih besar mengenai keandalan Amerika Serikat sebagai pemimpin aliansi global, terutama menjelang pemilihan presiden AS yang akan datang.

Kecemasan ini mencerminkan pandangan bahwa masa depan keamanan Eropa kini terasa tergantung pada gejolak politik domestik di Washington.

(*/Anis Yahya/War Archives)