
BeritaMerdeka.co.id – Pimpinan Daerah (PD) Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Tegal menggelar Preview Film sekaligus Talkshow bertema “Perangi KDRT Bersama PD IWO dan Pemerintah Kabupaten Tegal”, bertempat di Aula Gedung PMI Kabupaten Tegal, Kamis 4 Desember 2025.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran publik terkait bahaya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan meningkatnya angka perceraian di Kabupaten Tegal.
Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud, yang hadir mewakili Bupati Tegal, Sekjen DPP IWO Telly Nathalia, perwakilan Polres Tegal dan Kodim 0712 Tegal, serta jajaran pengurus IWO Kabupaten Tegal, Kota Tegal dan Brebes.
Selain itu, hadir pula beberapa organisasi wanita, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, lembaga kesejahteraan sosial, hingga kalangan mahasiswa.
Dalam keterangannya, Sekda Amir Makhmud mengungkapkan bahwa kasus KDRT dan perceraian di Kabupaten Tegal menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
“Perceraian meningkat, tahun lalu cukup tinggi, hampir mendekati 2.000 kasus. Ini memprihatinkan, meskipun banyak terjadi karena faktor ekonomi,” ujarnya.
Amir juga menyoroti bahwa angka KDRT yang dilaporkan relatif kecil, namun diyakini banyak kasus yang tidak pernah masuk proses hukum.
“Walaupun sedikit yang dilaporkan, bukan berarti harus diabaikan. Banyak yang tidak diproses lanjut karena sudah bercerai,” tambahnya.
Sekda menyebut faktor ekonomi, termasuk pinjaman online (pinjol), menjadi penyebab dominan keretakan rumah tangga di Kabupaten Tegal.
“Banyak suami yang terlilit pinjol hingga ekonomi keluarga terganggu. Itu paling banyak terjadi, termasuk di kalangan ASN,” jelasnya.
Amir memastikan Pemkab Tegal telah menjalin kerja sama dengan Polres Tegal untuk menangani kasus KDRT secara hukum.
“Hukum harus ditegakkan. Pelaku KDRT harus diberi sanksi tegas agar ada efek jera,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi pencegahan sejak dini, termasuk sosialisasi dari DP3AP2KB kepada masyarakat dan remaja.
“Kami mendorong edukasi berkelanjutan agar remaja lebih cermat memilih pasangan, supaya tak menyesal setelah menikah,” ucapnya.
Ketua PD IWO Kabupaten Tegal, Achmad Sholeh, menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung tema “Nyawiji Bangun Tegal Luwih Apik”, terinspirasi dari program Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman.
Dari kajian IWO bersama dinas terkait, angka KDRT ternyata meningkat sehingga lahirlah tagline kampanye “Ibu Kuat, Keluarga Sejahtera, KDRT Minggat”.
“Kami ingin memberikan edukasi dan ikut menurunkan angka perceraian serta KDRT di Kabupaten Tegal,” ungkap Sholeh.
Selain menggelar kegiatan serupa, IWO juga aktif menyosialisasikan kampanye anti-KDRT kepada masyarakat.
“Upaya kami tidak berhenti di sini. Melalui media, kami terus menyebarkan edukasi tentang bahaya KDRT dan risiko perceraian,” pungkasnya.***
