
BeritaMerdeka.co.id – Rasa haru dan keprihatinan menyelimuti kediaman Fabian Aaufal Murom (13), warga Desa Kalikangkung RT 02 RW 03, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, pada Kamis 11 Desember 2025.
Anak yang masih duduk di bangku sekolah itu menerima bantuan biaya berobat dari PMI Kabupaten Tegal setelah mengalami musibah yang membuat mata kanannya tidak lagi berfungsi.
Bantuan berupa uang tunai sebesar Rp1.000.000 diserahkan langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Tegal, Iman Sisworo, dan diterima oleh Fabian yang tampak didampingi Ketua RT 02 RW 03 Desa Kalikangkung.
Bantuan tersebut sebagai wujud kepedulian PMI Kabupaten Tegal terhadap warga yang membutuhkan pertolongan medis mendesak.
Musibah yang menimpa Fabian terjadi pada Selasa, 11 November 2025, sekitar pukul 13.30 WIB. Saat jam istirahat, Fabian tengah bermain bersama teman-temannya.
Tanpa diduga, salah satu temannya melempar sebuah benda yang mengenai mata kanan Fabian. Sejak kejadian itu, penglihatannya hilang dan hingga kini mata kanan Fabian tidak dapat melihat sama sekali.
Kondisi tersebut membuat keluarga Fabian harus bergerak cepat mencari penanganan medis. Dokter menyarankan operasi mata sebagai langkah penyelamatan, namun biaya tindakan diperkirakan mencapai Rp20 juta, angka yang cukup berat bagi keluarga.
Ketua PMI Kabupaten Tegal, Iman Sisworo, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kehadiran PMI untuk masyarakat yang sedang menghadapi kondisi darurat kesehatan.
“Semoga bantuan ini dapat meringankan keluarga Fabian dalam proses pengobatan. Kami berharap anak ini bisa mendapatkan penanganan terbaik dan segera pulih,” ujarnya.
Keluarga Fabian dan perangkat desa menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan tersebut. Namun, mereka masih sangat membutuhkan uluran tangan pihak lain mengingat biaya operasi yang cukup besar.
Perangkat desa berharap masyarakat, donatur, lembaga sosial hingga pemerintah dapat memberikan dukungan agar Fabian segera mendapatkan tindakan operasi, sehingga peluang untuk memulihkan penglihatannya tidak hilang.
Fabian kini masih menunggu keajaiban dan bantuan lebih luas dari masyarakat. Sebuah harapan besar terletak pada tindakan operasi yang harus segera dilakukan demi masa depan penglihatannya.***
