
BeritaMerdeka.co.id – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kabupaten Tegal menyebabkan banjir di wilayah Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna, pada Senin malam 29 Desember 2025.
Peristiwa tersebut terjadi lantaran hujan dengan intensitas tinggi berlangsung sekitar 2 jam. Akibat curah hujan yang cukup deras, debit aliran Sungai Jembangan meningkat tajam hingga melampaui batas talud dan akhirnya meluap ke permukiman warga.
Berdasarkan pantauan di lokasi, meski hujan telah reda, debit air sungai justru semakin tinggi dan mengalir deras. Kondisi ini diduga dipicu oleh kiriman air dari wilayah hulu sungai, sehingga berpotensi memperparah genangan di sekitar permukiman.
Luapan air sungai tidak hanya menggenangi jalan lingkungan, namun juga masuk ke rumah-rumah warga. Ketinggian air yang merendam permukiman tercatat mencapai 70 hingga 80 sentimeter, menyebabkan aktivitas warga terganggu dan sejumlah barang rumah tangga terendam.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Pesarean, Jono yang juga Ketua RT 27 RW 06, menyampaikan bahwa banjir kali ini datang cukup cepat dan membuat warga tidak sempat menyelamatkan banyak barang.
“Air naik sangat cepat, kurang dari satu jam sudah masuk ke rumah warga. Kami berharap ada penanganan jangka panjang agar kejadian seperti ini tidak terus berulang,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi gerak cepat petugas gabungan yang langsung turun ke lokasi untuk membantu warga.
“Alhamdulillah aparat dan relawan sigap membantu warga, mulai dari pemantauan hingga pengecekan rumah-rumah yang terdampak,” tambahnya.
Hingga saat ini, petugas gabungan masih melakukan pemantauan intensif terhadap peningkatan debit aliran Sungai Jembangan serta pengecekan rumah-rumah warga yang terdampak banjir sebagai langkah antisipasi jika terjadi kenaikan debit air susulan.
Penanganan di lapangan melibatkan berbagai unsur, antara lain Polsek Adiwerna, Koramil Adiwerna, PMI Kabupaten Tegal, BPBD Kabupaten Tegal, serta masyarakat setempat yang turut bergotong royong membantu warga terdampak.
Petugas mengimbau masyarakat yang berada di sekitar bantaran sungai agar tetap waspada, mengamankan barang berharga, dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi peningkatan debit air secara signifikan.***
