BeritaMerdeka.co.id – Kebakaran hebat menghanguskan sedikitnya 12 lapak loakan di kawasan Terminal Adiwerna, Kabupaten Tegal, pada Jumat pagi 23 Januari 2026. Peristiwa tersebut sempat menggegerkan warga dan menyebabkan kemacetan parah di sepanjang Jalan Raya Singkil.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini mengakibatkan kerugian materi yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, lantaran seluruh lapak beserta barang dagangan di dalamnya ludes terbakar.
Salah satu saksi sekaligus pemilik lapak, Robani (45), mengungkapkan api pertama kali terlihat sekitar pukul 05.30 WIB, saat dirinya hendak membuka lapak usai melaksanakan salat Subuh.
“Kejadiannya sekitar jam setengah enam pagi. Saya baru mau buka lapak, tiba-tiba dari salah satu kios keluar asap, lalu disusul suara ledakan tabung gas. Diduga sumbernya dari korsleting listrik,” ungkap Robani.
Ia mengaku sempat berinisiatif memutus aliran listrik guna mencegah api merembet ke lapak lain. Namun upaya tersebut terkendala karena sumber listrik berada di warung kopi yang masih tutup.
“Saya lari ke sumber listrik di warung kopi untuk menurunkan kWh meter, tapi warungnya masih tutup. Akhirnya saya minta tolong ke warga,” tuturnya.

Akibat kejadian tersebut, 12 lapak loakan terbakar, di antaranya milik Pak Agus, Pak Roni, Pak Sodik, Pak Ito, Pak Rosidi, Pak Joni, Pak Lani, Lapak Dinamo, Pak Hajir, Pak Ali, Pak Bani, dan Ibu Anis.
“Kalau ditotal, kerugiannya sekitar Rp100 juta. Itu karena lapaknya milik banyak orang, per kios bisa mendekati Rp10 juta,” jelas Robani.
Untuk memadamkan api, tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Tegal dibantu dua unit dari Kota Tegal dikerahkan ke lokasi.
“Setelah menerima laporan, kami langsung menuju lokasi dengan mengerahkan tiga unit damkar. Dua unit dari Damkar Kota Tegal juga turut membantu,” ujar Yoga Hendra, petugas Damkar Kabupaten Tegal.
Setelah hampir dua jam berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan dan tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
“Api sudah berhasil dipadamkan, saat ini dilakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Adiwerna AKP Bambang Suwidagdo mengatakan pihak kepolisian langsung menerjunkan personel untuk membantu proses evakuasi, pengamanan lokasi, serta pengaturan lalu lintas.
“Kami dari Polsek Adiwerna dan Polres menurunkan personel untuk mengamankan lokasi. Kami juga berkoordinasi dengan pemadam kebakaran serta PLN untuk mematikan aliran listrik di sekitar TKP,” terang AKP Bambang.
Ia menambahkan, pihak kepolisian juga melakukan pengaturan dan edukasi kepada warga yang datang menonton agar tetap tertib dan tidak menghambat proses pemadaman.
Terkait penyebab kebakaran, AKP Bambang memastikan bahwa kebakaran dipicu oleh hubungan arus pendek (korsleting) listrik.
“Kami mengimbau masyarakat agar instalasi listrik dipasang sesuai standar dan dikoordinasikan dengan pihak berwenang atau tenaga profesional. Instalasi listrik yang aman sangat penting untuk mencegah kebakaran,” pungkasnya.
Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, polisi telah memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian. Warga diimbau untuk lebih waspada dan rutin memastikan instalasi listrik serta peralatan yang berpotensi memicu kebakaran dalam kondisi aman.***














