Scroll untuk baca berita
Wisata dan Kuliner

Gili Lawas, Permata Tersembunyi Desa Gembongdadi, Mengubah Wajah Perekonomian Lokal Menjadi Sorotan Publik!

×

Gili Lawas, Permata Tersembunyi Desa Gembongdadi, Mengubah Wajah Perekonomian Lokal Menjadi Sorotan Publik!

Sebarkan artikel ini

 

 

BeritaMerdeka.co.id – Desa Gembongdadi, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, kini menjadi magnet perhatian, memicu rasa penasaran dan menjadi viral di berbagai platform. Lokasi yang awalnya hanya jalan petani kini bertransformasi menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi, menarik perhatian warga dari berbagai daerah yang penasaran dengan keindahan dan suasana Gili Lawas.

Bagi pengunjung dari luar Desa Gembongdadi, petunjuk arah menuju Gili Lawas cukup mudah. Dari perempatan Balamoa, lanjutkan perjalanan sekitar lima kilometer ke arah timur, lalu belok ke utara di gerbang desa. Warga setempat dengan ramah akan memandu Anda menuju lokasi yang kini menjadi pusat keramaian, bahkan menjadi lokasi favorit untuk car free day.dr

Kehadiran Gili Lawas tidak hanya mendatangkan pengunjung, tetapi juga memberikan dampak ekonomi signifikan bagi warga desa. Indah, seorang warga setempat, mengungkapkan kebahagiaannya karena desanya menjadi viral dan Gili Lawas membuka peluang baginya untuk berdagang, “Saya senang banget adanya Gili Lawas, desa saya jadi viral, dikenal oleh warga lain, dan bisa memajukan UKM.” Senada, Prio dari Brebes yang datang bersama istrinya, mengaku senang berkunjung karena suasana yang nyaman dan udara segar, “Yah, saya senang berkunjung di Gili Lawas karena suasananya nyaman dan udaranya segar, bikin fresh.”

Transformasi Jalan Petani Menjadi Surga Kuliner dan Wisata: Gili Lawas Mendongkrak Ekonomi Desa Gembongdadi

Awalnya hanyalah sebuah jalan yang dilalui petani untuk menuju sawah, kini “Gili Lawas” yang berarti jalan lama, telah dibangun dengan konstruksi cor menggunakan anggaran APBD Kabupaten Tegal. Jalan selebar empat meter di tengah hamparan sawah ini, dengan latar belakang Gunung Slamet yang menjulang dan berdekatan dengan jalan tol Jakarta-Semarang, kini menjadi pusat keramaian setiap Minggu pagi.

Sekretaris Desa Gembongdadi, Untung Suropati, menjelaskan bahwa jalan ini dulunya jarang dilalui warga, namun setelah perbaikan, “ternyata sekarang menjadi pusat keramaian, terutama Minggu pagi.” Suasana yang segar dan pemandangan alam yang indah menarik warga untuk berolahraga, seperti jogging.

Melihat potensi keramaian yang semakin meningkat, pemuda Desa Gembongdadi membentuk komunitas “Gili Lawas” untuk menjaga keamanan, ketertiban, menata parkir, dan mengatur para pedagang. Komunitas ini berperan aktif dalam menjadikan Gili Lawas tempat yang nyaman dikunjungi.Ungkapn Untung Minggu (25/1/2026)

Ratusan UKM Berkembang Pesat, Omzet Jutaan Rupiah di Gili Lawas: Momen Kebangkitan Ekonomi Desa Gembongdadi

Setiap Minggu pagi, ratusan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) berjejer menggelar dagangannya, mulai dari makanan tradisional hingga jajanan kekinian. Keberadaan Gili Lawas telah membuka peluang besar bagi para pedagang. Seorang pedagang kupat sayur ayam kampung bahkan mengaku omzetnya mendekati jutaan rupiah, sementara pedagang ketoprak mampu melayani hingga tiga ratus porsi.

Untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan, lapak pedagang dibatasi dan diutamakan bagi warga Gembongdadi. Para pedagang pun secara mandiri iuran untuk menjaga kebersihan lokasi. Untung Suropati merasa bangga melihat peningkatan ekonomi warga desanya berkat Gili Lawas.

Komunitas Gili Lawas berencana untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjaga keramaian dan kenyamanan pengunjung.***