Scroll untuk baca berita
Seni & Budaya

Santet, Dosa Di Atas Dosa, Film Suzzanna 3 Bakal Diputar Usai Lebaran 2026

×

Santet, Dosa Di Atas Dosa, Film Suzzanna 3 Bakal Diputar Usai Lebaran 2026

Sebarkan artikel ini
Konferensi pers peluncuran trailer film Suzzana 3 Santet, Dosa Di Atas Dosa, di Setiabudi, Jakarta Selatan, 26 Januari 2026 pekan lalu

Beritamerdeka.co.id – Kabar gembira bagi para pencinta horor tanah air. Soraya Intercine Films resmi mengumumkan bahwa seri ketiga dari semesta Suzzanna, bertajuk “Suzzanna: Santet, Dosa Di Atas Dosa”, akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai hari pertama Lebaran, 18 Maret 2026.

​Berbeda dari dua film sebelumnya, filmSuzzana 3 ini membawa gebrakan baru dengan menampilkan sisi manusiawi dari sang legenda horor, Suzzanna Martha Frederika van Osch.

Aktor Reza Rahadian mengungkapkan kekagumannya terhadap visi rumah produksi yang mengangkat nama asli sang legenda sebagai Intellectual Property (IP) yang kuat.

​“Bayangkan, ini nama asli yang dipakai jadi sebuah IP besar, dan kita membawa ini ke level berikutnya (next level),” ujar Reza Dalam konferensi pers peluncuran trailer di Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin 26 Januari 2026 pekan lalu,

Sutradara Azhar Kinoi Lubis mengembangkan karakter Suzzanna sebagai sosok manusia yang sedang terluka (wounded). Hal ini dikonfirmasi oleh Luna Maya, yang kembali memerankan sang ratu horor. Jika di film-film sebelumnya Luna kerap tampil sebagai sundel bolong, kali ini ia akan tampil sebagai manusia seutuhnya dari awal hingga akhir film.

Demi menghidupkan kemiripan yang sempurna, produser Sunil Soraya tidak main-main dalam urusan teknis.

Kampung Seni Tegal Raih Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025, Jadi Mercusuar Pelestarian Budaya Nasional

Hal itu melibatkan ahli rias dari Bali dan Belgia. Luna Maya bahkan harus menjaga berat badan dengan sangat ketat agar cetakan riasan prostetik tetap presisi.

Teknologi komputer digunakan pada tahap akhir untuk mendetailkan wajah, terutama posisi alis agar identik dengan sosok mendiang Suzzanna asli.

​Produksi ini membangun rumah asli bergaya tahun 1982 di Pangandaran. Tak hanya itu, adegan peledakan empat mobil dan pembakaran rumah dilakukan secara langsung (practical effect) demi menjaga standar kualitas film Suzzanna klasik.

Reza Rahadian, yang baru kembali bekerja sama dengan Soraya setelah 13 tahun, mengaku sempat kaget dengan skala ledakan di lokasi syuting yang jauh lebih besar dari dugaannya.

Meski tetap mengakar pada elemen film lawas “Santet” (1988), film ini menawarkan isu perlawanan terhadap kekuasaan yang sewenang-wenang.

Naskah yang dikembangkan sejak 2016 ini juga dimeriahkan oleh aktor-aktor ternama lainnya seperti:
​Djenar Maesa Ayu
​Adi Bing Slamet
​Aziz Gagap

​Film ini diprediksi akan menjadi salah satu blockbuster terbesar di tahun 2026, mengingat penayangannya yang bertepatan dengan momen libur Lebaran.***