BeritaMerdeka.co.id – Desa Padasari, sebuah permukiman terpencil yang tersembunyi di antara lekukan perbukitan di Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal, kini menjadi pusat perhatian nasional setelah dilanda musibah tanah bergerak dahsyat yang dimulai sejak Senin, 1 Februari 2026.
Desa yang dihuni oleh sekitar 6.000 jiwa ini, tersebar di 25 RT dan 6 RW, terletak jauh dari jalur transportasi utama, bahkan aksesnya harus melewati kawasan hutan lebat, menjadikannya wilayah yang sebelumnya jarang terdengar bahkan oleh penduduk Kabupaten Tegal sendiri.
Letak geografisnya yang berada di dataran tinggi dan statusnya sebagai jalur buntu tanpa koneksi langsung ke desa lain, menambah kerentanan wilayah ini.
Bencana alam yang menghantam Padasari telah menarik perhatian luas dari berbagai kalangan, termasuk media massa nasional. Puncaknya, pada Jumat, 6 Februari 2026, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan mendadak ke lokasi bencana untuk melihat langsung kondisi terkini.
Kedatangan orang nomor dua di Indonesia ini terbilang unik, tanpa didampingi pejabat kementerian, ia disambut hangat oleh jajaran petinggi daerah, Gubernur Jawa Tengah, Bupati dan Wakil Bupati Tegal, Bupati Brebes, Kapolres Tegal, Komandan Kodim 0712 Tegal, Komandan Pangkalan Angkatan Laut, serta para perwira tinggi dari Korem 071 Wijaya Kusuma dan Polda Jawa Tengah.
Dalam kunjungan yang penuh empati, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka rela berjalan kaki bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, meninjau langsung kerusakan parah yang dialami rumah-rumah penduduk, jalanan yang terbelah akibat pergeseran tanah, serta fasilitas umum lainnya yang tak luput dari amukan alam.
Ia juga menyempatkan diri untuk berdialog akrab dengan para pengungsi di lokasi penampungan. Meskipun begitu, sejumlah wartawan yang hadir merasa sedikit kecewa karena akses terbatas untuk mengambil gambar dan mewawancarai Wapres, yang dijaga ketat oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Setelah berinteraksi dengan warga, Gibran langsung melanjutkan perjalanan tanpa memberikan kesempatan wawancara, namun menyempatkan diri meninjau sebuah pondok pesantren setempat sebelum menunaikan salat Jumat di salah satu masjid di Desa Pangkah. Kunjungan kenegaraan ini pun berakhir di helipad lapangan Desa Talok Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal,
Kepala Desa Padasari, Mashuri, dalam keterangannya sebelum kedatangan Wapres, menguraikan skala kehancuran yang ditimbulkan oleh bencana tanah bergerak ini. Sejak Senin sore, 1 Februari 2026, sekitar 500 rumah dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk fasilitas vital seperti SD Padasari 1, Pondok Pesantren, balai desa, dan berbagai fasilitas umum lainnya.
Retakan pada tanah mulai terlihat sejak hari Senin dan semakin parah pada hari Rabu, terus berlanjut hingga kini. Dari total 25 RT dan 6 RW di desa Padasari, hanya dua RT yang dilaporkan tidak terdampak, sementara 1.709 jiwa terpaksa mengungsi di tiga lokasi penampungan yang telah disiapkan.
Mashuri terus menerus mengingatkan warganya untuk tetap waspada dan berhati-hati, terutama bagi warga di pedukuhan Padareka yang semula enggan mengungsi, kini perlahan mulai meninggalkan kediaman mereka.
Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara bukanlah kejadian baru namun hampir tiap tahun sehingga penduduk setempat akan direlokasi yang lahanya sudah disiapkan sekitar 5 hektar.***














