BeritaMerdeka.co.id – Keterbatasan sarana dan prasarana olahraga masih menjadi persoalan serius yang dihadapi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tegal.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada proses pembinaan atlet di berbagai cabang olahraga (cabor), mulai dari tahap latihan hingga persiapan menghadapi berbagai kejuaraan.
Hal itu disampaikan Ketua KONI Kabupaten Tegal, Bambang Asmoyo ketika ditemui di kantornya, pada Sabtu 7 Februari 2026.
Menurut Bambang, beberapa cabor bahkan terpaksa memanfaatkan fasilitas umum atau menyewa tempat latihan karena tidak tersedianya sarana standar di wilayah kabupaten.
Ditambahkan, keterbatasan sarana prasarana masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan prestasi olahraga.
“Beberapa cabor masih belum memiliki fasilitas latihan yang sesuai standar. Hal ini tentu berpengaruh pada kualitas latihan atlet dan daya saing saat bertanding di tingkat regional maupun nasional,” ujarnya.
Kondisi tersebut ditambah dengan upaya optimal untuk meningkatkan prestasi, terutama menjelang ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Oktober 2026 mendatang. Atlet dituntut tampil maksimal, namun belum sepenuhnya ditunjang oleh infrastruktur olahraga yang memadai.
Meski demikian, Bambang mengakui bahwa Pemerintah Kabupaten Tegal saat ini tengah berbenah dalam mendukung olahraga. Selain itu, pihaknya tetap melakukan pembinaan atlet secara maksimal.
“Pemerintah Kabupaten Tegal sudah mulai peduli dan mendukung kegiatan olahraga. Hal itu dibuktikan dengan dimulainya pembangunan fasilitas olahraga secara bertahap. Pembinaan atlet juga diprioritaskan bagi para pelajar, sehingga ada keberlanjutan olahraga di daerah,” jelasnya.
KONI Kabupaten Tegal menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna mendorong perbaikan infrastruktur olahraga.
Diharapkan ke depan, persoalan sarana prasarana dapat diatasi secara bertahap sehingga seluruh cabor memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berprestasi.***














