Scroll untuk baca berita
Internasional

Angelina Jolie Suarakan Keprihatinan Atas Mundurnya Demokrasi di Amerika Serikat

×

Angelina Jolie Suarakan Keprihatinan Atas Mundurnya Demokrasi di Amerika Serikat

Sebarkan artikel ini
Angelina Joli

Beritamerdeka.co.id – Dalam kunjungannya ke Spanyol, aktris dan aktivis kemanusiaan Angelina Jolie memberikan pernyataan emosional mengenai situasi politik di Amerika Serikat. Ia mengungkapkan kegelisahan mendalam mengenai arah masa depan negaranya.

Angelina Jolie mengaku tetap mencintai negaranya, namun merasa Amerika Serikat saat ini sudah jauh berbeda dari nilai-nilai yang dulu ia banggakan.

Secara spesifik, Angelina Jolie menyoroti meningkatnya tekanan terhadap kebebasan berekspresi dan media kritis yang menurutnya merupakan pilar penting bagi sebuah negara demokratis.

Israel Lakukan Penyiksaan Sistematis Terhadap Warga Palestina

Pernyataan ini menunjukkan bahwa krisis internal di AS juga berdampak pada citra dan kepemimpinan moral Amerika di mata dunia.

​”Saya masih mencintai negara saya, namun kini saya merasa tidak lagi mengenal wajah Amerika yang dulu saya banggakan. Kebebasan berekspresi dan independensi media adalah nyawa demokrasi, dan kini hal itu sedang terancam,” ujarnya yang disampaikan pada acara Festival Film San Sebastián di Spanyol (Eropa), yang memberikan gema internasional lebih kuat terhadap isu domestik AS.

Sebuah festival film yang diijadwalkan berlangsung pada 18 – 26 September 2026. Festival ini biasanya menempati pekan terakhir bulan September dan menjadi salah satu ajang paling bergengsi di dunia film (kategori A), setara dengan Festival Film Cannes dan Berlin.

Balita Palestina 18 Bulan Diduga Disiksa ‘Manusia Pilihan Tuhan’ Pasukan Zionis Israel

Memilih panggung Festival Film San Sebastián ini untuk memberikan pernyataan politik adalah langkah strategis karena banyak media dari seluruh Eropa dan Amerika Latin berkumpul di sini.

Tentang kesejarahan Politik Spanyol yang memiliki sejarah panjang perjuangan demokrasi, sehingga pesan tentang “kehilangan wajah negara” terasa sangat relevan bagi audiens lokal.

​Menarik untuk melihat bagaimana Jolie bertransformasi dari sekadar “bintang film” menjadi sosok yang hampir menyerupai diplomat independen, Ia tidak lagi bicara soal karakter film, tapi soal karakter sebuah bangsa.

Kehadiran Jolie di festival ini tidak hanya untuk urusan politik, tetapi juga untuk merayakan karya seni yang memiliki pesan mendalam.

​Jolie hadir untuk mempromosikan proyek film terbarunya yang sering kali bertema kemanusiaan atau sejarah yang kuat.

​Di festival-festival besar seperti ini, ia sering menerima penghargaan atas karier panjangnya (Donostia Award adalah penghargaan tertinggi di San Sebastián, yang sering diberikan kepada tokoh film dunia atas kontribusi mereka).

​Selain karpet merah, Jolie biasanya terlibat dalam sesi diskusi mengenai peran sinema dalam diplomasi budaya dan perlindungan pengungsi.

Pernyataan Jolie bukan merupakan insiden tunggal. Banyak aktor dan sutradara papan atas mulai menggunakan platform mereka untuk menyuarakan kekhawatiran serupa mengenai mundurnya nilai-nilai demokrasi

​Meryl Streep: Pernah menyampaikan pidato legendaris di Golden Globes yang menyoroti pentingnya pers yang berintegritas dan bahaya dari kekuasaan yang digunakan untuk merundung orang lain.

​Robert De Niro: Dikenal sebagai salah satu kritikus paling vokal, ia sering menekankan bahwa kebebasan seni dan berbicara berada dalam ancaman jika retorika kebencian terus dinormalisasi.

​Mark Ruffalo & Viola Davis: Keduanya aktif menyuarakan bahwa kebebasan berekspresi adalah fondasi bagi keadilan sosial, terutama bagi kelompok minoritas yang suaranya sering kali coba dibungkam. ***