Scroll untuk baca berita
Teknologi

Temuan Baru Kain Pendingin Tubuh Saat Cuaca Panas Ekstrem

×

Temuan Baru Kain Pendingin Tubuh Saat Cuaca Panas Ekstrem

Sebarkan artikel ini

Beritamerdeka.co.id.- Para ilmuwan di berbagai negara kini tengah mengembangkan teknologi kain pendingin (cooling fabric) yang mampu membantu tubuh tetap nyaman di tengah cuaca panas ekstrem akibat perubahan iklim global.

Berbeda dengan kain biasa yang cenderung memerangkap panas, bahan tekstil inovatif ini dirancang agar dapat melepaskan panas tubuh lebih cepat, meningkatkan sirkulasi udara, hingga memantulkan sinar matahari sehingga suhu di kulit tidak cepat meningkat.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa teknologi tersebut dapat menjadi solusi masa depan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pendingin ruangan (AC) yang boros listrik.

Sejumlah riset internasional menyebutkan bahwa kain pendingin bekerja melalui beberapa mekanisme, di antaranya mempercepat penguapan keringat, meningkatkan pelepasan radiasi panas tubuh, serta menggunakan material khusus yang mampu memantulkan panas matahari.

Peneliti dari berbagai universitas dan lembaga sains mengembangkan tekstil berbasis serat mikro, nanopartikel, hingga struktur “Janus fabric” yang memiliki dua sisi berbeda fungsi untuk mengatur suhu tubuh secara lebih efisien.

Dalam salah satu penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications, para ilmuwan menciptakan kain yang mampu “memompa” keringat keluar dari permukaan kulit sehingga tubuh terasa lebih sejuk dan nyaman saat digunakan di lingkungan panas.

Sementara itu, riset lain mengembangkan tekstil dengan teknologi “passive radiative cooling”, yakni kain yang dapat memantulkan sinar matahari sekaligus membuang panas tubuh ke lingkungan sekitar tanpa membutuhkan energi listrik tambahan.

Para ahli menilai inovasi ini semakin penting karena banyak wilayah di dunia mulai mengalami peningkatan suhu ekstrem dan gelombang panas yang lebih sering akibat perubahan iklim global. Teknologi pakaian pendingin dinilai berpotensi membantu pekerja lapangan, atlet, hingga masyarakat umum agar tetap nyaman beraktivitas di cuaca panas.

Ke depan, teknologi kain pendingin diperkirakan akan digunakan lebih luas pada pakaian olahraga, perlengkapan kerja luar ruangan, kebutuhan medis, hingga pakaian sehari-hari.

Peneliti berharap inovasi tersebut dapat menjadi solusi hemat energi karena membantu manusia tetap nyaman tanpa harus terus-menerus bergantung pada pendingin ruangan dan konsumsi listrik besar. ***