Setelah hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Naga, Tapaktuan, atap tribun Lapangan Naga roboh dan menimpa rumah warga.
Salah satu saksi mata, Altaf, seorang siswa MUQ Aceh Selatan yang sedang mengikuti latihan persiapan paskibraka bersama teman-temannya, mengungkapkan, “Pada pukul 11.30 WIB, setelah kami melantunkan salawat bersama, angin dan hujan tiba-tiba datang,” katanya.
Sementara itu, Armen, warga Tapaktuan yang rumahnya tertimpa atap tribun, mengaku sangat terkejut. Sebagai pengemudi becak, ia tidak menyangka atap rumahnya akan rusak parah akibat kejadian tersebut.
Menurut pantauan BERITAMERDEKA.co.id, hingga berita ini ditulis, atap tribun yang roboh belum dibersihkan oleh pihak terkait. Armen berharap agar pemerintah memberikan perhatian serius atas musibah ini. “Saya berharap bukan hanya membersihkan atap yang jatuh, tetapi juga membantu memperbaiki kerusakan pada atap rumah saya,” ujarnya.
Ketika dikonfirmasi, Kepala BPBD belum memberikan tanggapan karena tidak menjawab panggilan telepon. Kejadian ini terjadi saat angin kencang semakin kuat, hingga membalikkan atap tribun yang kemudian jatuh ke rumah warga.