Aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo ditutup mulai hari ini, Senin (27/1/2025) pukul 15.00 WIB hingga Selasa (28/1/2025) pukul 23.59 WIB. Penutupan ini dilakukan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) untuk menghormati adat masyarakat Tengger yang sedang menjalankan puasa mutih pada Wulan Kapitu, bulan suci dalam kalender Jawa.
Penutupan Sementara untuk Ritual Keagamaan
Wulan Kapitu menjadi momen penting bagi masyarakat Tengger untuk mendekatkan diri kepada Tuhan melalui ritual keagamaan yang terpusat di kawasan Gunung Bromo. Dalam keterangan tertulisnya, Rudijanta Tjahja Nugraha dari BB TNBTS menyebutkan bahwa selama periode ini, aktivitas wisata dan kendaraan bermotor ditutup total, kecuali untuk keadaan darurat.
“Kendaraan bermotor dari arah Pasuruan dibatasi hingga Wonokitri, dari Malang dan Lumajang sampai Jemplang, dan Probolinggo sampai Cemorolawang,” jelasnya.
Alternatif Wisata ke Ranu Regulo
Selama penutupan Gunung Bromo, wisatawan masih bisa menikmati keindahan Ranu Regulo, destinasi alternatif yang berada di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Ranu Regulo menawarkan pemandangan danau alami dengan air biru kehijauan yang memukau.
Harga tiket masuk Ranu Regulo:
- Wisatawan Nusantara: Rp 24.000 (hari kerja) dan Rp 34.000 (hari libur).
- Wisatawan Mancanegara: Rp 205.000 (baik hari kerja maupun libur).
- Tarif berkemah: Rp 29.000 – Rp 74.000 untuk wisatawan Nusantara, dan Rp 210.000 – Rp 415.000 untuk wisatawan mancanegara.
Pembukaan Kembali
Aktivitas wisata Gunung Bromo akan dibuka kembali pada Kamis (29/1/2025) pukul 1.00 WIB. Para wisatawan diimbau untuk mengikuti aturan dengan penuh tanggung jawab demi menghormati tradisi masyarakat Tengger.