Berita Mwrdeka.co.id Organisasi Kesehatan Dunia WHO, mencatat sampai tahun 2024 Indonesia masih menjadi negara peringkat kedua sebagai negara dengan kasus tuberkulosis (TBC) terbanyak di dunia. Sampai akhir 2024 penderita tuberkulosis di Indonesia mencapai 1.092.000
Kelompok beresiko tinggi tertular TBC adalah kelompok anak-anak, penderita HIV/AIDS, Lansia, Penderita Diabetes militus , orang yang sering kontak dengan penderita TBC dan Perokok aktif.
Kementerian Kesehatan RI terus berupaya menurunkan angka penderita penyakit penyebab kematian ketiga di dunia agar tahun 2030 bisa mencapai target emliminasi.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dr. Ina Agustina Isturini, yang tersambung secara daring saat peresmian Laboratorium BSL 2+ tersebut menyampaikan bahwa pembangunan laboratorium microbiologis merupakan salah satu upaya untuk memperluas akses masyarakat untuk pemerikasaan kultur dan uji kepekaan TBC.
“Diharapkan nanti dengan semakin banyaknya tempat pemeriksaan ini yang bisa diakses tentu akan semakin mempermudah dalam mendiagnosa TB maupun antisipasi ketika pengobatan TBC tidak berhasil yang bisa jadi karena ada resistensi,” kata Ina.
Sementara di Kota Tegal dari tahun ketahun jumlah angka penderita TBC terus ditekan dari angka sekitar 600 (Tahun 2021) menjadi 325 penderita pada akhir 2024.
Menurunkan angka pesakitan dan kematian penderita penyakit TBC dilakukan dengan kerja keras melibatkan stakeholder diantaranya memberikan penyuluhan kepada masyarakat dan memberikan pemahaman kepada penderita tuberkulosis.
Keberhasilan Pemkot Tegal dalam upaya menurunkan jumlah penderita penyakit TBC mendapat apresiasi dari Kemenkes RI yang di wujudkan dalam bentuk
bantuan hibah berupa laboratorium Bio Safety Level 2 Plus – atau alat untuk mendeteksi berkembangnya bakteri tuberkulosis.
Jawa Tengah saat ini baru memiliki 3 lab tersebut satu diantaranya Kota Tegal, sehingga lab BSL-2 yang ada di UPTD Klinik Paru Dinas Kesehatan Kota Tegal nantinya untuk melayani penderita TBC di sejumlah dawrah di Jawa Tengah.
Penggunaan Laboratorium BSL2; UPTD Klinik Paru diresmikan oleh PJ.Walikota Tegal drg.Agus Dwi Sulistyantono Senin 10 Februari 2025. ***
I