
Berita Merdeka.co.id – Pada era digitalisasi, dunia jurnalistik dimudahkan dengan kemajuan teknologi. Informasi yang didapat cepat dibaca oleh masyarakat. Berbeda dengan wartawan era 80 an yang masih manual. Itu sebabnya rekan yang masih aktif di dunia jurnalistik harus bisa menyajikan berita yang cepat dan akurat dan senantiasa bisa membawa misi, seperti misi yang tidak jauh berbeda dengan misi yang dibawa oleh Kanjeng Nabi Muhamad SAW sebagai pembawa misi kebaikan.
‘ Nabi itu kan penyampai atau tabliq menyampaikan apa adanya, meskipun gaya penyampaian yang dulu dengan sekarang berbeda.’ kata Harun Demikian kata Harun Abdimanaf pada acara Temu Kangen Wartawan era 80an sekaligus berbuka puasa bersama di rumah makan Amarasa Jl.Gajah Mada Kota Tegal Sabtu (15/3/2025)
Para Wartawan senior yang hadir diantaranya Yono Daryono, Thomas Budiono, Sisdiono Achmad, Agus Wijanarko, Jenal Abidin MK, Imam Suripto, Marsis , Syahri Thalib, Suparji Rasban dan Wawan Setiawan.
Temu kangen yang diinisiasi oleh Atmo Tansidik yang pernah menjabat Kabag Humas Kabupaten Brebes, tidak ada bahasan yang urgen, terkecuali hanya sebatas buka puasa bersama makan nasi kebuli di rumah makan Amarasa milik Abdulah Sungkar mantan anggota DPRD Kota Tegal .
Dalam pertemuan wartawan senior yang usianya rata-rata diatas 60 tahun mereka terlihat gembira ketemu teman lama mengenang masa kebersamaan dalam liputan berita dan merekapun saling bernostalgia bercerita soal kenangannya saat ia masih aktif bertugas.
Ada catatan kecil yang disampaikan oleh Sisdiomo Ahmad (mantan wartawan Suara Karya red) yang saat ini duduk di Komisi 3 DPRD Kota Tegal. Menurutnya, wartawan sekarang sense of crisis nya sangat kurang berbeda sekali dengan wartawan jaman orde baru Sisdiono, justru sekarang wartawan harus kritis.katanya.
Harun Abdimanaf yang saat ini menjabat ketua Baznas Kota Tegal berharap agar rekan-rekan yang masih aktif di dunia wartawan tetap kritis, peka terhadap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
‘ Katakan benar jika itu benar , katakan salah jika memang itu salah.’ ujar Harun yang pernah menjadi Ketua PWI Wilayah Pekalongan.
Acara yang digagas oleh Atmo Tan Sidik dimaksud untuk menggalang silaturahmi wartawan senior kemudian dan merekatkan kembali pasca pilkada.
‘ Karena kita tahu bahwa saat pilkada mereka ada yang menjadi tim sukses dan sebagainya sehingga momen ramadhan inilah saat yang tepat untuk merekatkan kembali sesama wartawan era 80 an.’ Pungkas Atmo.***