
Beritamerdeka.co.id – Aktivitas masyarakat di Pasar Pagi Kota Tegal, mulai berangsur normal pada H+5 Lebaran 1446 Hijriah. Sejumlah Lapak, kios dan toko kembali beroperasi sejak Kamis (3/4/2025) pagi, begitu juga dengan masyarakat yang mulai ramai berbelanja kebutuhan pokok.
Salah satu pemilik Lapak di Pasar Pagi, Amin Amanah, mengatakan telah membuka dagangannya sejak hari kamis pagi. Ia menjelaskan meskipun jumlah pelanggan belum seramai hari-hari biasa, sudah mulai ada pembeli yang datang mencari berbagai kebutuhan pokok.
“Saya sudah mulai buka sejak pagi, dan pelanggan mulai berdatangan, meskipun belum terlalu ramai. Kebanyakan dari mereka mencari bahan pokok seperti Sayuran, Cabai,minyak goreng, beras, telur, dan kebutuhan rumah tangga lainnya,” kata Amin saat berbincang bincang dengan jurnalis Beritamerdeka.co.id. Jum’at 4 April 2025.
Amin panggilan akrabnya juga menyampaikan pasca lebaran idul fitri seperti biasanya masyarakat disibukkan dengan acara khajatan seperti menggelar pernikahan, jadi pembeli akan mengalami lonjakan atau ramai lebaran lewat satu Minggu atau H+7 pasca lebaran.
“Saya berharap situasi segera kembali normal, sehingga roda perekonomian di Pasar-pasar di Kota Tegal dapat berjalan lancar,” ujarnya Amin salah satu pedagang cabai di Pasar Pagi.
Pantauan jurnalis Beritamerdeka.co.id, di Kawasan Pasar Pagi menunjukkan sejumlah pedagang lain juga mulai beraktivitas, terutama di sektor kebutuhan harian dan sembako. Para pembeli yang datang umumnya adalah warga sekitar yang mulai kembali beraktivitas setelah perayaan Lebaran.
Sementara salah satu pembeli Mukhayah yang setiap harinya berjualan nasi goreng di Jalan Gajah Muda, menuturkan pasca lebaran ini saya sudah biasa mulai berjualan. Alhamdulillah di pasar sudah ada pedagang yang menjajakan dagangannya kebutuhan yang saya cari.
“Untuk saat ini harga cabai dan sayuran ada penurunan, dibandingkan dengan harga waktu mau lebaran. Seperti cabai waktu mau lebaran mencapai 120.000 dan sekarang 60.000 per kilogram. Alhamdulillah bahan baku juga mudah dicari “. Tutur Mukhayah pedagang nasi goreng. ” (Zaen)