
BeritaMerdeka.co.id – Sebanyak 15 tahanan baru resmi mengikuti program Masa Pengenalan Lingkungan (Mapenaling) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Slawi, Sabtu 4 Oktober 2025.
Agenda wajib ini menjadi gerbang awal bagi mereka untuk beradaptasi dengan kehidupan di balik jeruji sekaligus pondasi penting dalam proses pembinaan.
Kegiatan yang dipandu langsung oleh jajaran Subseksi Registrasi dan Pembinaan ini memberikan pengenalan komprehensif tentang hak dan kewajiban sebagai Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), tata tertib Lapas, hingga konsekuensi dari setiap pelanggaran.
Dengan demikian, sejak awal para tahanan diarahkan untuk memahami sistem yang berlaku dan membangun kesadaran hukum.
Kepala Lapas Slawi, Edi Kuhen menegaskan bahwa Mapenaling bukan sekadar orientasi ruang dan bangunan, melainkan langkah strategis untuk menanamkan kesadaran serta komitmen perubahan.
“Kami ingin setiap tahanan baru memahami bahwa Lapas adalah tempat untuk berproses. Dengan mengetahui aturan dan hak mereka sejak awal, kami berharap mereka dapat menjalani masa pidana dengan tertib sekaligus fokus pada pembinaan diri,” jelasnya.
Selain sosialisasi aturan, para tahanan juga diperkenalkan dengan fasilitas Lapas, mulai dari layanan kesehatan, sarana ibadah, hingga program pembinaan yang beragam.
Tak hanya kegiatan kerohanian dan olahraga, Lapas Slawi juga menyiapkan program unggulan berbasis kemandirian, salah satunya Sentra Tenun Sarung Goyor yang telah menjadi ikon khas pembinaan di daerah tersebut.
Dengan Mapenaling ini, 15 tahanan baru diharapkan mampu mengurangi rasa cemas, memutus rantai keterasingan, serta menapaki jalan pembinaan dengan semangat baru menuju perubahan yang lebih baik.***
