Pendidikan

Cegah Tawuran Pelajar, SMK di Kota Tegal Saling Bersilaturahmi

×

Cegah Tawuran Pelajar, SMK di Kota Tegal Saling Bersilaturahmi

Sebarkan artikel ini
Suasana sosialisasi pencegahan tawuran antar pelajar di Aula SMK YPT Kota Tegal, Selasa, 26 Agustus 2025

Beritamerdeka.co.id – Sosialisasi pencegahan potensi tawuran antar pelajar, 2 SMK di Kota Tegal saling bersilaturhmi sosialisasikan pentingnya siswa fokus pada masa depan.

Dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) YPT dan Muhammadiyah Kota Tegal terus inten lakukan saling silaturahmi dengan melibatkan pihak kepolisian setempat.

Advertisement
Scroll untuk membaca

Hadir dalam acara kunjungan SMK Muhammadiyah ke YPT, selain kedua kepala sekolah, turut memberi pencerahan Kapolsek Tegal Timur, Kompol Suratman.

Setelah beberapa hari sebelumnya SMK YPT Kota Tegal berkunjung ke SMK Muhammadiyah, giliran SMK Muhammadiyah Kota Tegal bertandang ke SMK YPT, Selasa, 26 Agustus 2025.

Kegiatan sosialisasi pencegahan tawuran antar pelajar atau sekolah yang diikuti ratusan siswa SMK YPT dilaksanakan di Aula SMK YPT Jalan Setiabudi Kelurahan Panggung Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal.

Kepala Sekolah SMK YPT Kota Tegal Mohammad Sultoni menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini sangat penting karena tawuran antar pelajar masih menjadi salah satu masalah serius dalam dunia pendidikan khususnya di Kota Tegal.

Aksi kekerasan yang melibatkan pelajar dari berbagai sekolah ini kerap terjadi di berbagai sekolah meskipun sudah sering menjadi sorotan media dan mendapat perhatian dari pemerintah.

“Fenomena tawuran masih sulit diberantas sepenuhnya. Dari situlah kami adakan kegiatan sosialisasi penyuluhan untuk siswa SMK YPT,” Kata Sultoni.

Tawuran, masih kata Sultoni tidak hanya merugikan dari sisi fisik, tetapi juga memberikan dampak psikologis, sosial, dan moral yang mendalam bagi pelajar dan lingkungan sekitarnya.

Polsek Tegal Timur Adakan Pembinaan Kepada Pelajar, Begini Tujuannya

Kegiatan sosialisasi ini diimaksudkan untuk mencegah tawuran antar pelajar, dan selaku kepala sekolah, pihaknya harus menekankan pembinaan karakter siswa, pengawasan rutin di lingkungan sekolah.

Dari pihak sekolah juga penegakan tata tertib sekolah, serta pelibatan orang tua, masyarakat, dan pihak kepolisian dalam menjaga kamtibmas serta melakukan sosialisasi dampak negatif tawuran dan sanksi hukumnya.

Pihak sekolah melakukan penyuluhan dan sosialisasi rutin tentang dampak buruk tawuran, termasuk konsekuensi hukum dan kerugian masa depan pelajar.

“SMK YPT Kota Tegal komitmen apabila ada siswa yang berbuat yang melanggar aturan yang sudah ditentukan oleh sekolah dengan tegas kami akan mengembalikan anak tersebut ke pihak orang tua,” pungkas Sultoni. (Anis/Zaen)