
BeritaMerdeka.co.id – Desa Kaladawa di Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal kini bersiap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru setelah resmi memulai pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Program pemerintah pusat ini digagas untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui prinsip gotong royong dan pemberdayaan masyarakat desa.
KDMP Kaladawa akan dibangun di atas tanah kas desa berupa lapangan yang telah lama tidak berfungsi sejak 2021. Pemilihan lokasi ini merupakan hasil musyawarah desa serta rekomendasi langsung dari Kodim 0712 Tegal.
Kepala Desa Kaladawa, H. Taslikhin, mengungkapkan bahwa lokasi awal sebenarnya direncanakan di depan balai desa. Namun, hasil survei Koramil menyatakan lahan tersebut tidak memenuhi standar.
“Awalnya kami ingin menempatkan koperasi di depan balai desa. Tapi setelah disurvei Koramil, luas lahannya tidak memenuhi ketentuan,” jelasnya, pada Sabtu 22 November 2025.
Ia melanjutkan, proses pendirian KDMP telah melalui tahapan panjang mulai dari pembentukan kepengurusan, pengesahan notaris, hingga pelatihan berulang yang diikuti pengurus. Pada Oktober lalu, pihaknya menerima kunjungan Babinsa dan Danramil untuk membahas penyediaan lahan.
Tak hanya KDMP, area tersebut juga akan dikembangkan menjadi lapangan Mini Soccer serta green house melon. Langkah ini diproyeksikan dapat menghidupkan kembali kawasan yang sebelumnya terbengkalai.
“Lapangan ini sebenarnya sudah lama tidak digunakan. Karang Taruna sempat ingin membenahinya, dan desa sudah menyediakan gawang, tapi hanya dipakai beberapa kali,” ujar Taslikhin.
Kodim 0712 Tegal mengambil alih pengadaan seluruh material pembangunan, sementara pemerintah desa melibatkan tenaga kerja lokal.
“Saya sempat menawarkan pengadaan material dari warga yang punya usaha bangunan. Tapi Kodim sudah menyiapkan semuanya, jadi kami fokus memberdayakan pekerja lokal yang profesional,” terangnya.
Terkait permodalan, KDMP Kaladawa mengikuti arahan pemerintah pusat. Desa diproyeksikan mendapatkan pinjaman, dengan pembangunan yang dibiayai Bank Himbara dan pengembalian dilakukan selama enam tahun.
Untuk memaksimalkan manfaat ekonomi, kawasan KDMP juga akan dilengkapi tujuh galeri usaha, termasuk kantin, fotokopi, perlengkapan pendidikan, hingga apotek. Lokasinya yang dekat kawasan pendidikan dinilai sangat potensial.
“Kami ingin usaha di KDMP tidak berbenturan dengan masyarakat. Prinsipnya tetap mengikuti musyawarah anggota koperasi dan arahan pusat,” ucap Taslikhin.
Ia berharap masyarakat mendukung program nasional ini, sekaligus memanfaatkan fasilitas Mini Soccer yang tetap terbuka bagi warga.
“Kami mengajak seluruh masyarakat mendukung program ini demi pertumbuhan ekonomi desa. Lapangan Mini Soccer juga bisa digunakan warga yang ingin bermain sepak bola,” pesannya.
Di akhir, Taslikhin menegaskan bahwa pemerintah desa membuka ruang seluas-luasnya untuk menerima saran dan masukan.
“Kami siap menerima saran dari warga. Silakan datang ke balai desa, melalui BPD di tiap RW, atau lewat lembaga desa lainnya,” pungkasnya.***
