Beritamerdeka.co.id – Di balik suksesnya pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026, terdapat ribuan petugas yang siap menyusuri setiap sudut wilayah untuk mengumpulkan data.
Kesiapan para petugas tersebut ditandai melalui Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di Lapangan Upacara Pemerintah Kabupaten Tegal, pada Jumat (12/6/2026).
Dari total 1.320 petugas yang disiapkan, sebanyak 1.169 orang bertugas sebagai pencacah lapangan, sementara 151 orang lainnya berperan sebagai pengawas.
Salah satu petugas mengatakan, keterlibatannya dalam sensus ini menjadi pengalaman berharga sekaligus kesempatan untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan daerah melalui penyediaan data yang akurat.
“Ini merupakan pengalaman pertama saya. Diperkirakan setiap petugas akan mendata sekitar 500 hingga 700 keluarga. Objek pendataan tidak hanya rumah tangga, tetapi seluruh bangunan di wilayah sasaran, mulai dari kantor pemerintahan hingga bangunan kosong,” ungkapnya.
Sebelum diterjunkan ke lapangan, para petugas telah mengikuti Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi Gelombang III yang berlangsung pada 5–8 Juni 2026 di Hotel Permata.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tegal menegaskan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang merupakan program strategis nasional.
Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Tegal, Budi Eko Setiawan, yang memimpin apel siaga menyebut data sebagai fondasi utama dalam menentukan arah pembangunan.
“Dalam menghadapi era pembangunan yang semakin dinamis dan kompetitif, data merupakan kompas pembangunan. Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat. Sebaliknya, data yang tidak akurat dapat menyebabkan program pembangunan tidak tepat sasaran,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dengan menerima petugas sensus serta memberikan informasi yang benar sesuai kondisi sebenarnya.
“Terimalah mereka dengan baik dan berikan informasi yang benar sesuai kondisi yang sebenarnya. Partisipasi aktif masyarakat merupakan kunci keberhasilan Sensus Ekonomi 2026,” ujarnya.
Kepala BPS Kabupaten Tegal, Bambang Wahyu Ponco Aji, menjelaskan bahwa sensus ini bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian daerah, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga perusahaan berskala besar.
Menurutnya, hasil sensus akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan strategis, seperti pengembangan UMKM, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan sektor industri dan perdagangan.
“Pendataan usaha besar sebenarnya telah dimulai sejak 1 Mei 2026 dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Kami juga membutuhkan dukungan Organisasi Perangkat Daerah untuk membantu mengoordinasikan pelaku usaha besar agar dapat berpartisipasi aktif,” jelas Bambang.
Adapun pendataan lapangan secara menyeluruh dengan metode door-to-door ke rumah tangga dan tempat usaha akan dilaksanakan serentak mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Melalui sensus ini, pemerintah berharap memperoleh potret ekonomi masyarakat yang lebih lengkap, akurat, dan terkini.
Data tersebut akan menjadi pijakan penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Dari pintu ke pintu, mereka akan mengumpulkan informasi yang nantinya menjadi dasar berbagai kebijakan pembangunan, memastikan setiap program pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.***













