Beritamerdeka.co.id – Kebakaran hebat melanda area gudang machining/produksi milik PT. SAS Kreasindo Utama yang berlokasi di Desa Maribaya, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, pada Minggu malam 26 April 2026.
Peristiwa tersebut pertama kali terungkap sekitar pukul 20.30 WIB, saat petugas keamanan mendengar alarm kebakaran dari dalam gudang produksi. Saat dilakukan pengecekan, api diketahui telah menyala dan membesar pada salah satu mesin produksi.
Upaya pemadaman awal langsung dilakukan oleh petugas keamanan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia di lokasi.
Secara bersamaan, laporan segera disampaikan kepada Polsek Kramat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Merespons laporan tersebut, personel Polsek Kramat bersama instansi terkait bergerak cepat menuju lokasi. Aparat langsung melakukan pengamanan area sekaligus membantu proses pemadaman.
Sedikitnya enam unit mobil pemadam kebakaran dari Kota dan Kabupaten Tegal dikerahkan guna mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke area lain.
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo melalui Kapolsek Kramat IPTU Deni Triyatno menegaskan bahwa kehadiran Polri merupakan bentuk respons cepat dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat.
“Polri hadir untuk memastikan situasi tetap kondusif, mengamankan lokasi, serta mendukung proses pemadaman. Saat ini kami juga masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran,” ujarnya.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp15 miliar akibat kerusakan sejumlah mesin produksi dan fasilitas pendukung lainnya.
Saat kejadian berlangsung, gudang diketahui dalam kondisi tidak beroperasi karena hari libur, sehingga tidak terdapat aktivitas karyawan di dalam area.
Dugaan sementara, sumber api berasal dari salah satu mesin produksi, meski penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
Polres Tegal mengimbau para pelaku usaha dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan memastikan standar keselamatan kerja, khususnya terkait instalasi listrik dan penggunaan mesin produksi, guna mencegah kejadian serupa terulang.***













