
Beritamerdeka.co.id – Menjelang perayaan hari raya idul fitri 1446 H – 2025 M. H-2 Pasar Tumpah terjadi di sepanjang Jalan KH. Zaenal Arifin dan Jalan Kaloran Kota Tegal Ratusan pedagang turun ke jalan untuk mengais rezeki dengan menjajakan dagangannya di sepanjang jalan.
H-2 lebaran situasi di Pasar Pagi Kota Tegal di padati ribuan pengunjung dari berbagai daerah, pengunjung dengan membeli persiapan untuk merayakan idul fitri dari mulai sembako, pakaian hingga kebutuhan lainnya.
Salah satu pedagang Amin Amanah (39) mengatakan turun ke jalan untuk menjual dagangannya, sudah biasa setiap tahunnya menjelang lebaran, pasar tumpah pasti ada selama dua hari jelang lebaran kalau di Tegal namanya prebegan.
“Pasar tumpah ini merupakan kesempatan untuk para pedagang mengais rezeki, tapi untuk tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini sepi tidak ramai seperti tahun sebelumnya, mungkin karena banyak yang berbelanja melalui online atau sedang musim paceklik .”Ujar Amin Amanah salah satu pedagang cabai merah dan sandal. Sabtu 29 Maret 2025.
Selaku Kepala Pasar Pagi Tarjono, menyampaikan H-2 pengunjung pasar pagi mengalami peningkatan dari berbagai daerah,dari hasil pantauan pengunjung dari Losari, Pemalang, Brebes, Slawi hingga Kuningan memadati kawasan pasar pagi.
“Perayaan hari raya idul fitri kurang dua hari seperti biasanya di Kawasan Pasar Pagi ada pasar dadakan atau pasar tumpah, ratusan pedagang yang biasanya berjualan di los dalam, saat ini keluar turun ke Jalan untuk menjajakan dagangannya”.
Selama dua hari menjelang perayaan hari raya idul fitri di Jalan KH. Zaenal Arifin dan Jalan Kaloran sementara tidak bisa di lewati mobil atau motor di karenakan ada pasar dadakan atau pasar tumpah.” Ungkapnya Tarjono.
Tarjono juga mengatakan untuk saat ini pengunjung memadati semua kawasan pasar pagi baik di stand pakaian ataupun bahan barang pokok sembako.
Kami semua petugas turun lapangan langsung untuk memantau aktivitas pedagang dan pengunjung di Pasar Pagi.
“Harapannya semua pedagang dan pengunjung untuk dampat saling mengutamakan keselamatan, kesehatan dan untuk menjaga barang bawaannya. Waspadai pencurian, copet di suasana keramaian”. Katanya Kepala Pasar saat melakukan pemantauan.
Sementara salah satu pengunjung Khayatun (32) yang berasal dari Desa Tarub menuturkan, sengaja bersama anak-anak ke Pasar Pagi untuk membeli pakaian dan sandal.
Saya kenapa ke pasar pagi atau Tegalgubug karena disini harganya murah barangnya lengkap, ” dibandingkan sama harga di toko jauh sekali, saya ke Tegal ini disamping belanja juga ngiras ngirus Plesiran “. Tuturnya Khayatun pengunjung pasar pagi. (Zaen)