
Beritamerdeka.co.id – Kenaikan harga ayam potong di sejumlah pasar tradisional di Tegal menjadi sorotan utama. Dalam sepekan terakhir, harga ayam potong mengalami lonjakan tajam, bahkan melampaui harga saat momen Lebaran. Kenaikan harga ini memicu kekhawatiran para pedagang dan konsumen, serta menimbulkan spekulasi mengenai penyebabnya.
Slamet (53), seorang pedagang ayam potong di sekitar Pasar Mejasem Barat, mengungkapkan bahwa kenaikan harga telah terjadi sejak sepekan terakhir. “Harga ayam potong saat ini melebihi harga pada saat momen lebaran,” ujarnya. “Saat saat ditemui Sabtu (10/9/2025)
lebaran, saya membeli ayam broiler hidup seharga Rp 24 ribu hingga Rp 26 ribu per kilogram. Namun, sejak Minggu pertama September 2025, harga ayam hidup mencapai Rp 28 ribu per kilogram. Sementara harga jual ayam potong mencapai Rp 42 ribu per kilogram.”
Slamet menambahkan, tingginya harga pembelian membuat keuntungan yang diperolehnya semakin tipis. “Dulu saat lebaran saya masih bisa untung karena bisa menjual di atas Rp 40 ribu dan penjualan banyak. Sekarang, belinya mahal, omset sedikit,” keluhnya.
Kenaikan harga ayam potong terjadi secara bertahap. Dari harga Rp 34 ribu, harga ayam potong melonjak menjadi Rp 42 ribu per kilogram pada Minggu pertama September 2025. Kenaikan ini berdampak signifikan pada omset Slamet, yang merosot hingga 50 persen. “Yang semula sehari bisa mendapat keuntungan Rp 200 ribu, sekarang hanya Rp 80 ribu. Bagaimana kami bisa memenuhi kebutuhan lainnya?” ungkapnya.
Slamet menduga, penyebab kenaikan harga ayam potong adalah dampak dari program makan gratis bergizi (MBG). Ia menduga, ayam-ayam potong tersebut telah dipesan oleh para pemasok untuk program tersebut, sehingga mengurangi stok di pasar tradisional. Dugaan lain adalah adanya kenaikan pajak dan mahalnya harga pakan ternak ayam potong.
Menanggapi kondisi ini, Slamet meminta dinas terkait untuk segera turun ke pasar dan melakukan pengecekan harga komoditas lainnya yang juga mulai merangkak naik pada Minggu kedua September 2025. Pedagang berharap pemerintah dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan pasokan ayam potong di pasaran, demi melindungi kepentingan konsumen dan pedagang.***
