
Beritamerdeka.co.id – Kapal pengintai Rusia Yantar terlihat di perairan lepas pantai Inggris dan Irlandia yang menyamar sebagai kapal sipil dengan peralatan canggih.
Kapal pengintai Rusia tersebut dilengkapi dengan peralatan untuk spionase dan sabotase dengan target utamanya adalah kabel dan pipa bawah laut.
Kabel dan pipa bawah laut itu merupakan tumpuan internet, listrik, dan komunikasi militer Eropa yang menjadi sasaran pengintaian kapal Yantar.
Kapal tersebut telah berkeliaran di atas titik-titik strategis di dekat Norwegia, Svalbard, dan di Laut Irlandia, memaksa militer Inggris untuk mengerahkan pesawat dan kapal patroli.
Inggris menyebutnya sebagai “agresi Rusia yang semakin meningkat.” Menurut Financial Times, sejak musim gugur 2023, tidak hanya Yantar tetapi sekitar sepuluh kapal Rusia lainnya telah beroperasi secara rutin di perairan itu.
Operasi ini dijalankan oleh GUGI — cabang rahasia Kementerian Pertahanan Rusia yang bertanggung jawab atas spionase dan sabotase.
Empat Penerbang TNI AU Sukses Lakukan Penerbangan Pesawat Tempur Rafale di Perancis
Moskow sedang memetakan kabel-kabel yang rentan sehingga, dalam krisis, dapat melumpuhkan sistem energi, komunikasi, dan keuangan Eropa.
Info progres pertahanan militer udara China.
Informasi dari War Archives, merilis adanya Penampakan terbaru salah satu pesawat generasi ke-6 China J-50 yang tertangkap kamera saat sedang terbang
Sebuah video yang beredar di media sosial menampilkan pesawat misterius dengan desain futuristik sedang melakukan penerbangan di langit “somewhere in China”. Rekaman tersebut segera memicu spekulasi bahwa pesawat itu adalah prototipe J-50, kandidat jet tempur generasi ke-6 yang disebut-sebut tengah dikembangkan oleh industri pertahanan China.
Dari tayangan singkat, terlihat siluet pesawat yang berbeda dari J-20, dengan dugaan rancangan stealth lebih maju serta konfigurasi aerodinamis baru.

Kendati belum ada konfirmasi resmi dari otoritas militer China, para pengamat menilai video ini menjadi indikasi bahwa program tempur masa depan Beijing mungkin sudah memasuki tahap uji coba penerbangan.
Jika benar, langkah ini menandai keseriusan China dalam mengejar posisi strategis untuk menyaingi Amerika Serikat dan sekutu yang juga sedang mengembangkan jet generasi ke-6. (Anis Yahya / sumber : Saluran War Archives)
