
Beritamerdeka.co.id – Pemberlakuan kembali jalur dua arah terjadi di Jalan Melati Kota Tegal, masyarakat kini dipermudah untuk menuju ke Pujasera (Pusat Jajanan Serba Ada) yang terletak di Jalan Melati.
Ruas jalan melati kembali dibuka untuk dua arah sejak 4 September 2025, setelah sebelumnya diberlakukan sistem satu arah (SSA). Hal itu disampaikan Kabid Lalulintas Dishub Kota Tegal, Riyandi Sholeh kepada jurnalis Beritamerdeka.co.id, di Ruang Kerjanya. Kamis 11 September 2025.
Kepala Bidang Lalulintas Dinas Perhubungan Kota Tegal Riyandi Sholeh menyampaikan dari hasil musyawarah Walikota Tegal, DPRD Kota Tegal, Satlantas Polres Tegal Kota dan Dishub Kota Tegal sepakat memberikan kebijakan pemberlakuan husus dengan pemberian rambu amar (rambu larangan tapi ada pengecualian).
Untuk mempermudah masyarakat yang hendak ke Stadion Yos Sudarso, Pujasera dan Makam Pahlawan, Walikota Tegal memberlakukan ruas jalan melati, dari mulai SD Muhammadiyah 2 hingga Makam Pahlawan jalur dua arah. Tetapi pemberlakuan itu untuk kendaraan roda dua.”ujar Riyandi Sholeh.
“Pemberlakuan kembali jalur dua arah di Jalan Melati yang ditentukan, dari SD Muhammadiyah 2 hingga Makam Pahlawan itu kebijakan Walikota Tegal.”ucap Riyandi.
Riyandi Sholeh menjelaskan di Kota Tegal ada 9 ruas jalan yang diterapkan satu arah dan itu tertuang dalam keputusan SK Wali Kota Nomor 500.11.6.2/011/2025 . Tentang manejemen dan rekayasa lalulintas penerapan sistem satu arah kota tegal.
“Harapannya masyarakat dapat mematuhi peraturan yang sudah di tentukan supaya tidak menimbulkan kecelakaan.”jelas Riyandi Sholeh selaku kabid lalulintas dishub kota tegal.
Sementara salah satu pedagang yang berjualan di Pujasera Sugiarti (54) menuturkan dengan dibukanya jalur dua arah di Jalan Melati sangat membantu masyarakat yang hendak berkunjung ke pujasera.
Semoga dengan dibukanya jalur dua arah para pedagang menjadi ramai pembeli dan bisa menutup kebutuhan hidup sehari-hari. “Semenjak direlokasi di Pujasera penghasilan menurut drastis, boro-boro untung buat muter modal syukur “. ungkap Sugiarti.
“Pemerintah diharap secepatnya melengkapi fasilitas untuk para pedagang, seperti atap biar keliatan seragam rajin dipandang tidak kumuh, panas hujan para pedagang sangat memprihatikan karena atap tidak ada dan fasilitas serba terbatas.” ujar Sugiarti. (Zaen)
