Seni & Budaya

Kampung Seni Tegal Raih Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025, Jadi Mercusuar Pelestarian Budaya Nasional

×

Kampung Seni Tegal Raih Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025, Jadi Mercusuar Pelestarian Budaya Nasional

Sebarkan artikel ini

 

Advertisement
Scroll untuk membaca

Bwrita Merdeka.co.id- Gema kebudayaan Tegal semakin berkumandang di kancah nasional. Kampung Seni Tegal dianugerahi Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025, sebuah pengakuan prestisius yang menegaskan peran vitalnya dalam melestarikan dan mengembangkan warisan budaya bangsa.

Ketua Kampung Seni Tegal, Seful Mumin, menyambut penghargaan ini dengan penuh syukur, menegaskan bahwa ini adalah kemenangan seluruh seniman, komunitas, dan masyarakat Tegal yang telah bahu-membahu menjaga denyut nadi kebudayaan.

“Anugerah ini adalah amanah sekaligus pengingat bahwa kerja-kerja kebudayaan harus terus berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat,” ujar Seful. Sejak didirikan pada tahun 2009, Kampung Seni Tegal telah menjadi rumah inklusif bagi seniman dan warga untuk belajar, berproses, dan berekspresi. Keberhasilan ini, menurut Seful, membuktikan bahwa kebudayaan tumbuh subur dari akar rumput, dari ruang-ruang sederhana yang dirawat bersama, dan menjadi penyemangat untuk terus membuka pintu kreativitas, khususnya bagi generasi muda.

Lebih dari sekadar penghargaan, capaian ini diharapkan menjadikan Kampung Seni Tegal sebagai katalisator penguatan ekosistem seni budaya daerah dan percontohan praktik baik pengelolaan ruang kebudayaan berbasis komunitas di tingkat nasional. Melalui kolaborasi yang solid antara seniman, budayawan, dan masyarakat, berbagai kegiatan seni, mulai dari tradisi hingga kontemporer, terus dihidupkan, termasuk inovasi dan revitalisasi Sampak Tegalan yang menjadi identitas musikal khas Tegal. Kampung Seni Tegal berkomitmen untuk tidak hanya menjaga nilai tradisi, tetapi juga merangkul pembaharuan yang relevan dengan zaman, menjadi inspirasi cinta dan pelestarian budaya daerah.

Anugerah Kebudayaan Indonesia merupakan agenda tahunan pemerintah yang diberikan kepada individu, komunitas, maupun lembaga yang dinilai konsisten berkontribusi dalam pemajuan kebudayaan nasional
Kampung Seni Tegal ditetapkan sebagai penerima penghargaan setelah melalui serangkaian tahapan, mulai dari pengusulan, kurasi administrasi, hingga penilaian oleh tim independen.

Menteri Kebudayan Republik Indonesia, Fadli Zon menyampaikan bahwa Anugerah Kebudayaan Indonesia sudah melalui proses yang panjang dimulai dari pengusulan, riset, verifikasi dan berbagai dialog dan diskusi yang diverifikasi dan mereka yang di pilih yang telah berjuang dalam bidang masing-masing dalam kebudayaan.

“Kami dari Kementerian Kebudayaan mengapresiasi, ini merupakan kehadiran negara dalam memberikan penghargaan bagi para maestro, pembaharu, pelestari, bahkan juga kategori untuk anak,” ujar Fadli Zon. ***