beritamerdeka.co.id – Ungkapan tersebut disampaikan Ketua Barisan Relawan H Wasto atau Barwas dalam acara Temu Kangen & Silaturahmi, Sahabat H. Susanto & Relawan H. Wasto, Warung Tengah Sawah, Pacul, Tegal Sabtu, 8 Februari 2025.
Barwas yang pada mulanya merupakan kumpulan ratusan pendukung H Wasto yang dalam perkembangannya anggotanya mencapai ribuan dan berkontribusi besar terhadap kemenangan signifikan pasangan Walikota dan Wakil Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono dan Iin Tazkiyyatul Muthmainnah pada pilkada 2024.
Selaku Ketua Barwas, Imam Prawono menyampaikan komitmennya untuk tetap solid menguatkan barisan prajuritnya mengawal H Wasto dan H Agus Susanto untuk memenuhi target politik kedepan karena kedua sosok itu disebutkannya sebagai pemimpin dalam situasi apapun tak akan pernah meninggalkan pasukannya.
“Yang namanya perwira lapangan itu tidak akan meninggalkan prajurit. Saya akan menampung prajurit tentunya komandannya Jenderal saya mas haji Susanto dan mas haji Wasto,” ujar Imam Prawono dalam sambutannya.
Imam sangat mengapresiasi antusiasme sahabat H Susanto dan Relawan H Wasto yang dalam penyelenggaraan acara temu kangen tersebut mereka berkontribusi dengan nominal yang variatif secara sukarela.
“Meskipun ada subsidi dari pak haji Susanto dan pak haji Wasto, tetapi antusias teman-teman itu besar. Kalau kemarin tidak tak stop mungkin bisa mencapai lebih banyak lagi,” katanya.

Sementara H Wasto dalam kata sambutannya menyampaikan rasa terima kasihnya atas perjuangan relawan yang telah mengawal garis kebijakannya dalam upayanya memenangkan calon walikota dan wakil walikota Dedy Yon Supriyono dan pasangannya Iin Tazkiyyatul Muthmainnah.
“Saya sangat berbahagia bisa hadir disini, dan saya sampaikan terima kasih kepada bapak-bapak ibu-ibu yang kemarin kita melakukan kegiatan (memenangkan calon kepala daerah – red) sekali lagi saya mohon maaf belum mengucapkan terima kasih dengan hasil yang sangat memuaskan dengan perolehan 58 prosen ini sudah luar biasa,” ungkap H Wasto.
Selanjutnya diharapkan oleh H Wasto pada periode kedepan 2029 untuk bisa lebih solid san meningkatkan enerji semangatnya untuk bisa membuktikan slogan Barwas Kerja Nyata.
Menurutnya keterlibatan Barwas dalam pilkada yang lalu merupakan andilnya sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan bangsa.
“Meski dalam lingkup kota, namun dengan kita bisa hadir di pilkada atau pilihan legislatif kemarin, ini adalah salah satu bentuk kita hadir ditengah-tengah demokrasi bangsa kita,” tuturnya.
Sebagai warga negara yang baik, kata H Wasto Barwas telah andil dalam berbangsa dan bernegara dengan baik yang telah memilih pemimpin-pemimpin yang bisa mengayomi atau memberi teladan untuk semua.
“Saya mengingatkan bapak-bapak ibu-ibu agar kita selalu solid bersama-sama dan terus jangan sampai kendala kecil menjadi tidak bersatu lagi. Kemungkinan besar nanti tahun 2029 ada banyak tokoh yang nanti melirik partai Gerindra karena semakin kesini bahwa presiden kita itu kerja yang sangat luar biasa prestasi yang luar biasa dan nilai kepuasan (terhadap kepemimpinan presiden Prabowo – red) sekarang berada di 80 persen,” bebernya.
Ketua DPC Gerindra Kota Tegal yang hadir ditengah acara Temu Kangen, Susanto Agus Priyono menyampaikan arahan dan dorongan pada pendukungnya agar pada periode kedepan Gerindra Kota Tegal untuk bisa meningkatkan penambahan perolehan kursi legislatif dari sekarang 4 kursi menjadi 6-7 kursi di pileg 2029.
“Mindset kita harus berubah, karena target kita adalah yang dari 4 kursi menjadi 7 kursi. Untuk itu perlu merubah mindset sebab kita sudah punya presiden pak Prabowo, sehingga yang biasanya kita berjuang kalah karena landasannya cinta terhadap bangsa, beliau pantang menyerah,” urai Susanto yang juga anggota DPRD Kota Tegal periode 2024 – 2025.

Tentang program Makan Bergizi Gratis, Susanto menarik kegiatan tersebut pada falsafah Jawa Urip iku Urup bahwa sebaik-baik manusia harus bisa bermanfaat bagi orang lain.
Dalam konteks keislaman, Susanto menerangkan dengan mengutip ayat Al-Qur’an, khorunnas anfauhum linnas yang artinya Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Dijelaskan oleh Susanto bahwa hakekat memberi makan pada yang membutuhkan itu sama dengan membangun seribu masjid.
“Berarti kalau pak Prabowo memberi makan bergizi gratis seluruh Indonesia, berapa ribu masjid yang dibangun pak Prabowo itu hakekatnya seperti itu. Nah sebagai pendukungnya, Insya Allah berkah,” terang Susanto. (***)