BeritaMerdeka.co.id – Rendahnya gaji guru di Indonesia, terutama guru honorer, jauh di bawah standar negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, menjadi keprihatinan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Kondisi ini, ditambah maraknya tawuran, ” bullying ” dan kekerasan seksual di kalangan pelajar, mendorong KNPI Kabupaten Tegal untuk menyelenggarakan seminar nasional “Great How To Be a Teacher” pada Jumat (22/8/2025).
Seminar yang menghadirkan Prof. Syafii Effendi sebagai narasumber diikuti antusias oleh 550 guru dari tingkat TK hingga SLTA di Pendopo Amangkurat, Kabupaten Tegal.
Ketua Umum KNPI Kabupaten Tegal, Bintang Aris Lukmanul Hakim, SH, menjelaskan kepada Berita Merdeka bahwa seminar ini bertujuan mengubah *mindset* guru agar tidak hanya bergantung pada gaji, tetapi juga mampu berwirausaha tanpa mengabaikan tugas utamanya sebagai pendidik.

Prof. Syafii Effendi, sebelum memulai seminar, menyampaikan kepada awak media bahwa ia akan mengajak para guru untuk berpikir berbeda. “Guru tidak boleh lagi tidak mandiri. Kesulitan ekonomi selama ini disebabkan dua hal: kurangnya kapasitas dan kurangnya kreativitas. Guru tidak boleh miskin! Caranya adalah dengan meningkatkan *mindset* kewirausahaan, sehingga mereka bisa mendapatkan penghasilan tambahan tanpa mengurangi kualitas mengajarnya,” paparnya.
Ia menekankan bahwa kewirausahaan bukan sekadar berjualan, melainkan tentang *mindset* dan karakter. Mengajar tetap menjadi prioritas, namun penghasilan dan mental harus ditingkatkan.
Ia menyayangkan masih ada guru yang menerima gaji di bawah satu juta rupiah, mengatakan kondisi tersebut sangat memprihatinkan dan sulit dijalani tanpa pertolongan Tuhan.

Selama dua jam, Prof. Syafii Effendi, dengan semangat dan diselingi humor, memotivasi ratusan guru yang hadir.
Seminar yang dibuka oleh Asisten Satu Setwilda Kabupaten Tegal, Dra. Suspriyanti, dihadiri pula oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Winarto. (Abiet)
