PendidikanPilihan EditorRegional

Kontraktor Pembangunan Rehabilitasi Ruang Kelas SMPN 16 Kota Tegal Bludreg

×

Kontraktor Pembangunan Rehabilitasi Ruang Kelas SMPN 16 Kota Tegal Bludreg

Sebarkan artikel ini
Kontraktor Pembangunan Rehabilitasi Ruang Kelas SMPN 16 Kota Tegal, Bambang Wuragil Bludreg

Beritamerdeka.co.id – Kontraktor Pembangunan Rehabilitasi Ruang Kelas SMPN 16 Bludreg menyikapi dinamika proyek bernilai Rp3,5 miliar tersebut dilingkungan Dinas Pensidikan Kota Tegal.

Bukan lantaran sidak DPRD Kota Tegal, namun karena proyek Rehabilitasi Ruang Kelas SMPN 16 disoroti aktifis yang menurutnya sesama kontraktor.

Advertisement
Scroll untuk membaca

Pembangunan Rehabilitasi Ruang Kelas SMPN 16 Kota Tegal, sempat dilaporkan ke Inspektorat maupun ke Kejaksaan Negeri atas dugaan pelanggaran spec.

Dr. Ir. Bambang Wuragil, M.M., M.Si, Direktur Utama Cristie Ciptasarana

Ketua DPRD Kota Tegal Dampingi Komisi I Sidak Pembangunan Rehabilitasi Ruang Kelas SMPN 16

Dr. Ir. Bambang Wuragil, M.M., M.Si, Direktur Utama Cristie Ciptasarana selaku penyedia barang (kontraktor) proyek pembangunan di SMPN 16, menyampaikan hal itu kepada beritamerdeka.co.id di lokasi pembangunan Rehabilitasi Ruang Kelas SMPN 16, Rabu, 29 Oktober 2025.

Menurut Bambang Wuragil, bahwa dirinya mengikuti aturan yang sudah menjadi ketentuan dalam pelaksanaan proyek pembangunan konstruksi seperti dokumen kontrak.

“Insya Alloh, karena kita mengikuti dari apa yang sudah digariskan masalah campurannya, nah nanti untuk membuktikan, kan walaupun itu sudah jadi, bisa namanya di hammer test sewaktu-waktu itu bisa dibuktikan bahwa itu memenuhi standar atau tidak,” ungkap Bambang.

Komisi I DPRD Kota Tegal Rekomendasikan Bongkar Pilar Tidak Simetris Proyek Pembangunan SMPN 16

Sedangkan kata Bambang, untuk plat dipersyaratkan yang K-250 justru dirinya pesannya diatas ketentuan tersebut, dalam praktek menggunakan site mix karena pengecorannya sedikit sedikit.

“Sedangkan untuk yang plat, itukan dipersyaratkan K-250, saya pesennya K-275 malahan inikan saya lebih daripada yang dipersyaratkan kan begitu. Kita pakai site mix karena cornya sedikit sedikit. Kalau diatas 160 kubik kita pakai site mix ya kita goblok. Kalau ngecornya 2 kibik 3 kibik kita suruh pamai ready mix ya engga mungkin,” ujarnya.

Bambang balik menyoroti bahwa H. Suprianto alias Jipri yang melaporkan persoalan pembangunan Rehabilitasi Ruang Kelas SMPN 16 menurutnya juga mempunyai proyek pekerjaan.

PPK Pembangunan Rehabilitasi Ruang Kelas SMPN 16 Respon Pernyataan DPRD Kota Tegal

“Yang namanya Jipri, dia kan juga punya proyek di Kota Tegal. Lah kalau dia pamainya site mix, saya pakai site mix kita buktikan bareng-bareng teman-teman media dibuktikan bahwa yang masuk itu proyeknya siapa,” kata Bambang.

Ditambahkan oleh Bambang bahwa pihaknya tidak akan ‘berdamai’ atas pelaporan-pelaporan yang dilajukan H. Suprianto yang menduga adanya pelanggaran pada proyek pembangunan Rehabilitasi Ruang Kelas SMPN 16 Kota Tegal.

“Dia kan lapor-lapor, terus kemudian minta damai (melalui temannya), damai apa, jangan kamu menakut-nakuti anak kecil, saya tidak anak kecil disini. Maksudnya apa. Saya tolong sampaikan, hukum saya siap dimanapun saya siap. Fisik saya siap. Dimanapun saya siap. Di kota Tegal dimanapun saya siap,” tegas Bambang tensi mulai meninggi.

Proyek Pembangunan SMPN 16 Kota Tegal Dilaporkan ke Kejaksaan

Meski dirinya pengurus berbagai organisasi namun dikatakan olehnya siap melepas segala atribut organisasi yang menempel pada dirinya.

“Dimana dia ngajak dan saya siap mendatangi dan saya tidak pakai baju organisasi, saya tidak butuh pengawal, saya tidak butuh teman, ayo dia sama saya satu lawan satu. Itu aja kok,” katanya.

Dia juga menyampaikan banyak bahan terkait dengan Jipri dan menyatakan untuk tidak berlaku macam-macam sama dirinya.

Inspektorat Kota Tegal Diminta Audit Dugaan Pelanggaran Proyek Pembangunan SMPN 16

“Saya banyak bahannya dari dia, kalau dia mau macam-macam sama saya,” kata dia lagi.

Selanjutnya Bambang memastikan pekerjaan sudah sesuai makanya dia katakan dirinya juga bersedia turun ke lapangan.

“Insya Allah saya pastikan, makanya selaku direktur saya berani datang ke lapangan karena saya berani memastikan karena saya tidak pernah bilang pada anak buah saya suruh ngurangi apapun material saya tidak pernah. Insya Allah saya kerja ini saya amanah. Walaupun secara materi kita tidak mendapat, kita rugi. Tapi saya amanah saya selesaikan dwngan sebaik-baiknya,” pungkas Bambang Wuragil. (Anis Yahya)