Scroll untuk baca berita
Olah RagaPendidikanSeni & Budaya

Langkah Kecil di Arena Besar: Kisah Shanum Menaklukkan Matras Kejurda Tapak Suci

×

Langkah Kecil di Arena Besar: Kisah Shanum Menaklukkan Matras Kejurda Tapak Suci

Sebarkan artikel ini
Shanum Rayana Ikhwan siswi kelas 6 SD Muhammadiyah Slawi raih prestasi juara 1 dalam Kejuaraan Daerah atau Kejurda Tapak Suci ke-17 di Aula SMK Muhammadiyah Kabupaten Tegal

Beritamerdeka.co.id – ​Di aula SMK Muhammadiyah Kramat, suasana riuh rendah menyelimuti perhelatan Kejuaraan Daerah Kejurda Tapak Suci ke-17 pada Desember 2025 lalu.

Di tengah kerumunan pesilat tangguh Kejurda Tapak Suci dari berbagai penjuru, tampak seorang gadis kecil sorot mata tajam namun tenang.

Ia adalah Shanum Rayana Ikhwan, siswi kelas 6 SD Muhammadiyah Slawi yang tengah bersiap menjemput mimpinya dalam Kejurda Tapak Suci.

Saat namanya dipanggil ke tengah gelanggang untuk kategori Kelas G Putri, Shanum melangkah mantap. Tidak ada keraguan, meski lawan yang dihadapi memiliki ambisi yang sama besarnya. Di arena itu, Shanum membuktikan bahwa tubuh mungilnya menyimpan kekuatan hasil tempaan latihan yang disiplin.

Di setiap babak, Shanum tampil memukau. Ia bukan sekadar melepaskan tendangan atau pukulan; ada ketenangan luar biasa yang ia tunjukkan. Setiap gerakannya mencerminkan hasil pembinaan berkelanjutan di sekolahnya. Di sudut ring, dua sosok penting, Alfina Damayanti dan Faris Naufal Abdan selaku Koordinator Tapak Suci, tak henti memberikan instruksi dan suntikan semangat.

Pendampingan mereka menjadi jangkar bagi mental Shanum. Berkat kombinasi teknik yang matang dan arahan yang tepat, Shanum akhirnya berhasil menyabet gelar Juara 1, sebuah pencapaian tertinggi yang mengukuhkan posisinya sebagai pesilat muda potensial.

​”Saya sangat bersyukur dan senang bisa meraih juara 1. Terima kasih kepada pelatih, guru, dan orang tua yang selalu mendukung saya. Prestasi ini membuat saya semakin semangat untuk terus berlatih,” ujar Shanum dengan wajah berbinar usai pengalungan medali.

Bagi Shanum, kemenangan ini bukan sekadar tentang logam kuning yang menggantung di lehernya. Ia bercerita bahwa Tapak Suci telah mengajarkannya filosofi hidup yang lebih dalam: disiplin, keberanian, dan sportivitas. Di atas matras, ia belajar menghargai lawan; di luar matras, ia belajar menghargai proses.

Keberhasilan ini pun disambut hangat oleh keluarga besar SD Muhammadiyah Slawi. Kepala Sekolah menyampaikan bahwa prestasi Shanum adalah buah dari kerja keras dan sinergi semua pihak.

Diserbu Warga Lintas Kalangan, Fun Walk Milad Muhammadiyah dan RSI PKU Tegal Sukses Besar

​”Prestasi Shanum menjadi kebanggaan bagi sekolah. Ini menunjukkan bahwa dengan pembinaan yang tepat dan dukungan semua pihak, siswa mampu berkembang dan berprestasi di tingkat daerah,” ungkap sang Kepala Sekolah. Ia juga menegaskan komitmen sekolah untuk terus mendukung bakat siswa sebagai bagian dari pendidikan karakter.

Kisah Shanum adalah pengingat bahwa “arena besar” tidak perlu ditakuti jika kita memulai dengan “langkah kecil” yang konsisten. Dari Slawi untuk daerah, Shanum telah membuktikan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk berdiri di podium tertinggi.

Kini, langkah kecil Shanum telah menjejakkan jejak emas. Jejak yang diharapkan akan diikuti oleh siswa-siswi lainnya untuk berani bermimpi, berlatih sungguh-sungguh, dan mengukir prestasi sejak dini. ***