BeritaMerdeka.co.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Peradaban Brebes dari kelompok 26 melaksanakan program kerja di bidang pendidikan dengan mengajar di SD Negeri Gunungtelu 01, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap, pada Senin, 3 Februari 2025.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran siswa serta memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam dunia pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menyampaikan materi pembelajaran dengan metode yang menarik dan interaktif. Pembelajaran diselingi dengan sesi ice breaking untuk menjaga semangat dan fokus siswa selama kegiatan berlangsung.
Ice breaking yang digunakan berupa permainan edukatif dan gerakan sederhana yang membantu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan.
Siswa SD Negeri Gunungtelu 01 menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti kegiatan ini. Mereka aktif menjawab pertanyaan, berpartisipasi dalam diskusi, serta menikmati sesi ice breaking yang diberikan oleh mahasiswa KKN.
Para guru juga merasa terbantu dengan kehadiran mahasiswa yang turut serta dalam proses pembelajaran. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut agar siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih variatif dan menarik.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi siswa SD Negeri Gunungtelu 01, baik dalam hal pemahaman materi maupun peningkatan semangat belajar. Bagi mahasiswa KKN, pengalaman ini menjadi kesempatan berharga untuk mengembangkan keterampilan mengajar, komunikasi, dan interaksi sosial dengan siswa dan guru.
“Kami berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa untuk lebih semangat dalam belajar, serta memberikan pengalaman berharga bagi kami sebagai calon pendidik di masa depan,” ucap salah satu mahasiswa Universitas Peradaban Brebes.
Dengan suksesnya kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Peradaban berencana untuk melanjutkan program serupa di pekan-pekan berikutnya dengan berbagai inovasi dan pendekatan yang lebih menarik.
Diharapkan, kegiatan ini dapat terus memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan, khususnya di daerah pedesaan seperti Gunungtelu. (Sulistia Valentin Sasih)***