
BeritaMerdeka.co.id – Gila, aksi solidaritas yang dilakukan tukang ojol (ojeg online) di Jalan Pemuda atau di depan Mapolres Tegal Kota yang awalnya untuk berdoa bersama dan menyalakan lilin sebagai ungkapan bela sungkawa atas meninggalnya teman seprofesi yang terlintas mobil polisi saat melintas ditengah aksi demo di Jakarta, namun sayang, doa bersama diakhiri dengan aksi anarkis pelemparan benda keras ke arah polisi yang berjaga di depan Mapolres Tegal Kota yang berdiri di balik pagar Mapolres yang memang pintu gerbang Mapolres juga ditutup untuk menghindari segala kemungkinan.
Lemparan batu, kayu bahkan botol minuman yang bertubi-tubi tidak di respon namun kebrutalan masa semakin menjadi berujung pada tindakan polisi menyemprotkan water canon. Namun masa tak bergeming terus nekad melempari benda ke rah polisi.
Akhirnya polisi mengeluarkan senjata ampuh untuk mengusir masa yaitu dengan menambakan gas air mata ke arah pendemo. Masa kocar kacir berlarian menghindari gas air mata yang sangat memedaskan mata.
Ini baru kali pertama Mapolres Tegal diamuk masa celetuk salah satu awak media. Setelah menjauh menghindari gas air mata, massa pun kembali meringsek ke depan dan petugas pun kembali menyemprot gas air mata, massa pun menghindar dari tembakan gas air mata dengan mencari sasaran lain yaitu melempari gedung DPRD dan merusak pos security kaca kaca pos satpam di pecah dan papan nama kantor di robohkan .
Petugas keamanan yang kelihatan mengenakan seragam dinas hanya anggota TNI pun tak di gubris saat menegur pendemo yang ternyata bukan dari driver ojol namun massa tertentu yang mengeruhkan rencana aksi damai yang dilakukan driver ojol
Suasana semakin mencekam pendemo semakin leluasa mengobrak abrik fasilitas depan gedung DPRD. Anggota TNI dan dari Lanal yang hanya beberapa orang tak di gubris ketika mengingatkan pendemo. Sedangkan saat itu, petugas kepolisian fokus menjaga markas Polres Tegal Kota.
Akibat aksi demo yang dilakukan pada Jumat 29 Agustus 2025 sekitar pukul 19.30 WIB, sejumlah fasilitas mengalami kerusakan. Aksi membubarkan diri sekitar pukul 20.40. WIB. Setelah diusir menggunakan gas air mata. Kapolres Tegal Kota AKBP I Putu Bagus Krisna saat dihubungi melalui pesan WhatsApp nya belum menjawab.***
