
Beritamerdeka.co.id – Pemilihan Favorit film GRIFF atau ‘Gempur Rokok Ilegal Festival Film’ digelar di Taman Budaya Tegal, Sabtu, 20 September 2025 pagi.
Penyelenggaraan pemilihan Favorit ‘Gempur Rokok Ilegal Festival Film’ (GRIFF) selain dihadiri Walikota Tegal juga beberapa pejabat Bea Cukai serta forkopimda.
Gempur Rokok Ilegal Festival Film (GRIFF) diselenggarakan kerjasama Pemkot Tegal dengan KPP Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C setempat.

Gempur Rokok Ilegal Festival Film (GRIFF) merpakan Lomba Film Pendek Tingkat SMA dan Umum Se-Eks Karesidenan Pekalongan.
Walikota Tegal, Dedy Yon Supriyono dalam sambutannya mengapresiaai digelarnya kolaboraai acara festival film Gempur Rokok Ilegal tersebut
“Saya menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Kantor Bea dan Cukai Tegal serta seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan acara ini,” ujar Dedy Yon.
Ratusan E-retribusi Dibagikan Kepada Pedagang Pasar Pagi Kota Tegal
Festival Film seperti ini menurutnya, tidak hanya menjadi ajang kreativitas, tetapi juga sarana yang sangat efektif bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih peduli terhadap isu penting: Perlawanan Terhadap Peredaran Rokok Ilegal.
Permasalahan Rokok Ilegal kata Dedy, bukan hanya menyangkut pelanggaran Hukum dan merugikan negara dari sisi penerimaan cukai, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan masyarakat serta keadilan bagi pelaku industri rokok legal yang taat aturan.
Walikota akui bahwa kekuatan seni dan media visual mampu membentuk opini, menyuarakan kepedulian dan menggugah perubahan.
“Melalui media film, pesan-peaan kampanye ‘Gempur Rokok Ilegal’ dapat disampaikan secara menarik, menyentuh dan mudah dipahami berbagai kalangan,” jelas Walikota Tegal.
Kota Tegal, ucap Dedy Yon,, mendukung penuh segala bentuk kreatifitas positif yang mengarah pada pembangunan karakter, kesadaran hukum, serta pemberdayaan masyarakat.
Harapan saya, melalui festival ini akan lahir sineas-sineas muda berbakat yang tidak hanya piawai dalam berkarya, tapi juga memiliki tanggungjawab sosial,” kata Walikota.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal melalui Kabid Kebudayaan Fajar Arisandi juga turut bangga adanya penyelenggaraan kegiatan festival dilm GRIFF yang berpotensi melahirkan sineas-sineas berbakat.
“Ya Saya Bangga dengan bermunculannya sineas sineas muda yang memulai menunjukan kreativitas di Griff 2025, dan saya juga ikut senang karena di tahun ini acara Festival Film ditempatkan di Taman Budaya Tegal sehingga bisa memperkenalkan bahwasannya Taman Budaya Tegal Bisa untuk menggelar seni dan budaya kwalitas,” ujar Fajar Arisandi yang akrab dipanggil Gacle ditengah perhelatan.
Kegiatan GRIFF diikuti 32 peserta se eks Karesidenan Pekalongan yang terbagi kedalam 9 kategori dimana 8 kategori penilaian ditentukan oleh dewan juri.
Juri yang terlibat dalam kompetisi GRIFF, antara lain:
Chairun Nisa – Sutradara Film
indri Astuti, S.IP., M.H. – Kepala Cabdin Wilayah XI
Yusup Mahrizal – Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Kantor Bea Cukai Tegal.
Kegiatan GRIFF diikuti 32 peserta se eks Karesidenan Pekalongan yang terbagi kedalam 9 kategori dimana 8 kategori penilaian ditentukan oleh dewan juri dandan dan satu kategori favorit ditentukan berdasarkan pilihan audiens.
Adapun Juri yang terlibat dalam kompetisi GRIFF, antara lain:
Chairun Nisa – Sutradara Film, indri Astuti, S.IP., M.H, Kepala Cabdin Wilayah XI, Yusup Mahrizal – Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Kantor Bea Cukai Tegal.
Terdapat 9 (sembilan) kategori pemenang pada kompetisi, Film Pendek Terpilih Tingkat Pelajar,
Film Pendek Terpilih Tingkat Umum, Sutradara Terpilih Tingkat Pelajar, Sutradara Terpilih Tingkat Umum, Ide Cerita Terpilih Tingkat Pelajar, lde Cerita Terpilih Tingkat Umum, Pemeran Utama Terpilih Tingkat Pelajar, Pemeran Utama Terpilih Tingkat Umum, Film Favorit. (Anis Yahya)
