Pilihan EditorRegional

Perumda Air Minum Tirta Bahari Gelar Forum Konsultasi Publik, Begini Tujuannya

×

Perumda Air Minum Tirta Bahari Gelar Forum Konsultasi Publik, Begini Tujuannya

Sebarkan artikel ini
Direktur Operasional Perumda Air Minum Tirta Bahari, UU J Purnamasari saat memberikan paparan kepada peserta.

Beritamerdeka.co.id – Perumda Air Minum Tirta Bahari Kota Tegal dalam menjaga pelanggan dan memprioritaskan pelayanan menampung keluh kesah, dengan menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) yang berlangsung di Hotel Bahari Inn Kota Tegal, Kamis 30 Oktober 2025.

Acara Forum Konsultasi Publik (FKP) dipimpin langsung oleh Direktur Operasional Perumda Air Minum Tirta Bahari, UU J Purnamasari dan dihadiri pelanggan PDAM, acara berlanjut dengan sesi tanya jawab.

Advertisement
Scroll untuk membaca

Sejumlah warga pelanggan PDAM yang sekarang berganti nama menjadi Perumda Air Minum Tirta Bahari Kota Tegal mempertanyakan komitmen perusahaan berkaitan dengan menurunnya debit aliran air bersih.

Direktur Operasional Perumda Air Minum Tirta Bahari, UU J Purnamasari mengatakan, berkaitan dengan tarif, pelanggan PDAM dibedakan menjadi beberapa kelompok pelanggan.

Kelompok pelanggan itu antara lain,

1. kelompok pelanggan I (sosial) meliputi sosial umum dan sosial khusus.

2. Kelompok II (rumah tangga) dibagi menjadi 4 yaitu Rumah Tangga A, B, C dan D (instansi pemerintah).

3. Kelompok pelanggan III (Niaga) dibedakan menjadi 3 yaitu Niaga A, B dan C.

4. Kelompok pelanggan IV (industri) dibedakan menjadi 2, Industri A dan B.

5. Kelompok V (Khusus) dibedakan menjadi 3 yaitu Pelabuhan, Tangki Air Non Komersil dan Tangki Air Komersil.

Dijelaskan, tiap-tiap kelompok pelanggan dibedakan besaran tarif air bersihnya. Dan untuk Perumda Air Minum Tirta Bahari Kota Tegal, ketentuan tarif untuk tiap kelompok pelanggan sudah diatur melalui ketentuan Peraturan Walikota Tegal Nomor 9 Tahun 2023.

“Jadi ketentuan tarif pelanggan ini ada dasar hukumnya yaitu Perwal, sehingga permintaan penyesuaian kelompok tarif mengikuti hasil survei yang didasarkan peraturan tersebut,” ujar UU J Purnamasari.

Sementara dalam sesi tanya jawab, salah seorang warga pelanggan Jalan Irian, Gang 10, Yuni Astuti menanyakan kondisi air bersih PDAM di wilayahnya yang mengucurnya sangat minimalis.

Yuni Astuti menegaskan, di wilayahnya, seluruh warga sangat bergantung kepada kucuran air bersih dari Perumda Air Minum Tirta Bahari.

“Maka kalau airnya macet atau crat-cret kami semua menggerutu dan jengkel. Habisnya hanya kepada PDAM kami bergantung perihal air bersih, mohon maaf jika kami berbondong-bondong ke kantor PDAM jika lama sekali macetnya,” kata Yuni.

Lebih jauh Yuni menegaskan, yang menjadi prihatin adalah warga selalu mendapatkan jawaban klise ketika kucuran airnya crat-cret.

“Jawaban klise yang sering kami terima dari petugas PDAM adalah karena debitnya menurun. Barangkali untuk masyarakat umum, jawaban seperti ini membosankan karena kami kan warga nggak mau tahu dengan persoalan debit. Jadi nanti tolong alasannya disampaikan secara bahasa yang mudah dipahami,” kata Yuni.

Yuni menambahkan, ketika di wilayahnya terjadi macet air bersih, seluruh warga berbondong-bondong mengambil air di SPBU MURI untuk mendapatkan air bersih.

“Sekali lagi kami mohon maaf dan terimakasih kepada PDAM yang telah mengakomodir aspirasi kami sehingga sudah 4 hari ini kondisi aliran air bersih sudah lancar, semoga bisa lancar seterusnya,” pungkas Yuni.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Hubungan Pelanggan (Kabag Hublang) Perumda Air Minum Tirta Bahari, Heri Nurdin menegaskan, terimakasih untuk semua usulan, saran dan keluhan pelanggan.

“Tanpa adanya masukan dari pelanggan, kami tidak bisa berbuat untuk lebih baik dalam hal pelayanan air bersih. Di sini kami ingin jelaskan, bahwa saat ini perusahaan sedang giat melakukan perbaikan pipa jaringan air di seluruh penjuru, jadi kami mohon bisa dimengerti semuanya,” jelas Heri.

Lebih jauh Heri mengatakan, untuk persoalan debit air, saat ini perusahaan akan melaksanakan upaya guna memenuhi kebutuhan pelanggan khususnya yg debitnya sangat kecil.

“Upaya kami akan memanfaatkan air pada saat jam minimum, dari jam 00 sampai jam 4 akan kami tampung di reservoar, rencananya pembangunan reservoar sudah dipilih di wilayah Margadana,” ujarnya.

Di sisi lain, pihak Perumda Air Minum Tirta Bahari akan melaksanakan upaya menekan Non Review Water (NRW) di masing masing wilayah yanh diyakini terjadinya kebocoran fisik.

Jenis kebocoran fisik, lanjut Heri, bisa terjadi lantaran kondisi pipa distribusi utama maupun distribusi bagi sudah mengalami korosi yang cukup lama sehingga harus diganti dengan yang baru.

“Kita akan lakukan penekanan secara step by step, jika nanti ditemukan adanya kebocoran, nanti jika ditemukan maka itu yang akan berguna bagi kenaikan debit,” pungkasnya. (Zaen)