
BeritaMerdeka.co.id – Aula Dr Sahardjo Lapas Kelas IIB Slawi menjadi saksi momen bersejarah dalam acara pisah sambut Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Slawi yang digelar meriah pada Rabu, 1 Oktober 2025.
Karyono, BC.IP., SH, yang telah mengabdi dengan penuh dedikasi, resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Edi Kuhen, A.Md., SH., MH., mantan Kalapas Bitung, Sulawesi Utara, yang kini siap membawa angin segar untuk Lapas Slawi.
Acara ini dihadiri oleh sederet tokoh penting, termasuk Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Kepala Kantor Wilayah Pemasyarakatan Jawa Tengah, jajaran Forkopimda Kabupaten Tegal, serta para Kalapas dari Kota Tegal, Brebes, Pemalang, dan Pekalongan.
Kehadiran tamu undangan lainnya turut memeriahkan suasana, menandakan betapa pentingnya sinergi dalam mendukung peran Lapas di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Ischak Maulana Rohman tak hanya mengucapkan selamat kepada Edi Kuhen sebagai Kalapas baru, tetapi juga memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Karyono atas kinerjanya selama menjabat.
“Kami menyaksikan peralihan tongkat kepemimpinan ini. Pak Karyono akan melanjutkan tugas baru di Purwokerto, dan kami yakin beliau akan terus berkarya dengan baik,” ujar Ischak dengan penuh semangat.
Bupati juga berpesan agar Edi Kuhen dapat menjalin kolaborasi yang lebih erat dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum (APH).
“Saya sudah berbincang dengan Pak Edi, dan harapannya hubungan antara Lapas, pemerintah daerah, dan masyarakat bisa semakin harmonis. Lapas bukan hanya tempat pembinaan, tapi juga harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Mengawali tugasnya, Edi Kuhen langsung mencuri perhatian dengan visi segar untuk Lapas Slawi. Dalam keterangannya, ia menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal yang telah terlihat nyata, seperti pengaspalan jalan di depan Lapas.
“Ini bukti perhatian Pemda kepada kami. Dukungan ini akan menjadi modal besar untuk meningkatkan pelayanan,” ungkap Edi dengan antusias.
Menghadapi tantangan overkapasitas, Edi memiliki strategi jitu. “Kami terus mengembangkan program pembinaan seperti kesenian, karawitan, dan kegiatan budaya lainnya agar warga binaan tetap produktif dan tidak merasa jenuh,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan rencana ambisius ke depan, yakni menggandeng pemerintah daerah untuk program ketahanan pangan.
“Kami akan fokus pada sektor pertanian, agrikultura, dan peternakan. Ini akan menjadi langkah besar untuk memberdayakan warga binaan sekaligus berkontribusi bagi masyarakat Tegal,” tambahnya.
Acara pisah sambut ini bukan sekadar seremonial, melainkan cerminan semangat kolaborasi antara Lapas Slawi dan berbagai pihak.
Dengan visi baru Edi Kuhen dan dukungan penuh dari Pemda, Lapas Slawi siap menjadi lembaga yang tak hanya membina, tetapi juga menginspirasi masyarakat.
“Kami ingin Lapas Slawi menjadi bagian dari solusi, bukan hanya institusi,” pungkas Edi Kuhen.
Momen ini menandai babak baru bagi Lapas Slawi, dengan harapan besar untuk terus berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Tegal.***
