Scroll untuk baca berita
Pilihan EditorRegional

Ribuan Jamaah Tumpah Ruah, Haul ke-76 KH Sholeh di Pesarean Jadi Magnet Spiritual dan Ekonomi

×

Ribuan Jamaah Tumpah Ruah, Haul ke-76 KH Sholeh di Pesarean Jadi Magnet Spiritual dan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Ribuan jamaah memadati area Pondok Pesantren Al Ishlah Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna dalam rangka Haul KH Sholeh ke-76 Tahun 2026 (Ade W/beritamerdeka.co.id)

 

BeritaMerdeka.co.id – Haul ke-76 Romo KH Sholeh bin KH Nur tahun 2026 kembali menjadi momentum akbar yang menyedot perhatian ribuan jamaah di Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal.

Peringatan hari wafat ulama kharismatik tersebut tak hanya menjadi agenda keagamaan rutin, tetapi juga telah menjelma sebagai tradisi sakral yang mengikat kuat tali silaturahmi warga lintas generasi dari beberapa wilayah.

Setiap tahunnya, haul Romo KH Sholeh selalu dinanti. Warga Desa Pesarean bahkan rela meliburkan aktivitas sehari-hari demi mengikuti rangkaian kegiatan haul.

Tak sedikit pula warga perantauan yang dengan sengaja menyempatkan diri pulang kampung demi hadir dan berziarah, menjadikan momen ini sebagai ajang pulang ke akar spiritual dan budaya desa.

Haul ke-76 Romo KH Sholeh bin KH Nur digelar Senin 26 Januari 2026, bertempat di Pondok Pesantren Al-Ishlah Pekuncen, Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna.

Acara berlangsung khidmat dengan menghadirkan sejumlah ulama ternama sebagai penceramah, di antaranya KH Mustofa Aqil Sirodj dari Cirebon, Habib Umar Muthohar dari Semarang, serta para ulama dan tokoh agama setempat.

Menariknya, suasana haul sudah terasa jauh hari sebelum puncak acara. Sejak beberapa hari sebelumnya, ribuan peziarah mulai berdatangan ke makam Romo KH Sholeh untuk memanjatkan doa.

Aktivitas ziarah yang terus mengalir turut menggerakkan denyut ekonomi warga, ditandai dengan mulai berjejerannya para pedagang dari berbagai daerah yang menggelar aneka dagangan di sekitar lokasi haul.

Kepala Desa Pesarean, Sujono selaku Ketua Panitia Haul KH Sholeh bin KH Nur memberikan sambutan

Kepala Desa Pesarean, Sujono, yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Haul KH Sholeh, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat tahun ini sangat luar biasa. Menurutnya, haul ini sepenuhnya digerakkan oleh kekuatan masyarakat.

“Ini kegiatan masyarakat Desa Pesarean, bukan kegiatan pemerintah desa. Alhamdulillah, warga sangat guyub, kompak, dan penuh semangat dalam menyukseskan haul,” ujar Sujono.

Ia menambahkan, haul Romo KH Sholeh bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sarana syiar Islam yang telah melegenda di Kabupaten Tegal.

Selain memberikan nilai spiritual yang tinggi, kegiatan ini juga membawa berkah ekonomi, khususnya bagi para pedagang dan pelaku usaha kecil.

“Haul ini luar biasa dampaknya. Selain memperkuat nilai keagamaan, juga menghidupkan perekonomian masyarakat. Banyak pedagang yang merasakan manfaat langsung,” tambahnya.

Sujono berharap, tradisi haul yang telah mengakar kuat ini terus dijaga dan dilestarikan. Ia menekankan pentingnya semangat gotong royong agar pelaksanaan haul di tahun-tahun mendatang tetap berjalan lancar, tertib, dan penuh hikmah.

“Karena ini sudah menjadi agenda rutin masyarakat Pesarean, semangat kebersamaan dan gotong royong harus terus dirawat. Semoga haul berikutnya semakin baik dan membawa keberkahan bagi semua,” pungkasnya.

Haul Romo KH Sholeh bin KH Nur pun kembali menegaskan bahwa warisan ulama bukan hanya tertulis dalam sejarah, tetapi hidup dan berdenyut dalam kesadaran kolektif masyarakat yang setia menjaga tradisi dan nilai-nilai luhur agama.***