Regional

Sampah Ditimbun Dekat Sekolah, Warga Desa Kaladawa Desak Pemdes Berbenah

×

Sampah Ditimbun Dekat Sekolah, Warga Desa Kaladawa Desak Pemdes Berbenah

Sebarkan artikel ini
Pemandangan sampah yang ditimbun di lapangan bersebelahan dengan sekolah (Ade W/beritamerdeka.co.id)

Beritamerdeka.co.id – Warga Desa Kaladawa, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, melayangkan protes keras atas pengelolaan sampah di wilayah mereka.

Pasalnya, sampah rumah tangga yang seharusnya dikelola dengan baik justru ditimbun di lapangan yang lokasinya persis di samping SMP Negeri 3 Talang.

Advertisement
Scroll untuk membaca

Padahal, warga sudah rutin membayar iuran sampah Rp20 ribu setiap bulan untuk biaya pengelolaan.

“Ternyata sampah hanya ditimbun di lapangan sebelah SMP 3 Talang. Tanah lapangan dikeruk, sampah dimasukkan, lalu ditutup lagi. Katanya tanah hasil kerukan malah dijual,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Sabtu 13 September 2025.

Masalah ini juga dikeluhkan pihak sekolah karena bau menyengat dari tumpukan sampah mengganggu kenyamanan belajar siswa.

“Saat hujan baunya makin parah. Bisa mengganggu anak-anak yang sedang fokus belajar,” keluh pihak sekolah.

Pakar pengelolaan sampah dari Universitas Diponegoro, Dr. Arif Setiawan, menilai praktik seperti ini jelas melanggar aturan.

“Sampah tidak boleh dibuang atau ditimbun sembarangan, apalagi di dekat fasilitas pendidikan. Berdasarkan UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, pemerintah desa wajib menyediakan lokasi pembuangan yang memenuhi standar lingkungan. Jika tidak, dampaknya bisa serius bagi kesehatan anak-anak dan kualitas air tanah,” tegas Arif.

Sementara itu, Kepala Desa Kaladawa, Taslikhin, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp membenarkan adanya pembuangan sampah di dekat sekolah, namun membantah jika sampah ditimbun di lapangan.

“Sebagian sudah diangkut DLH, sebagian dibakar,” jawab Taslikhin singkat.

Permasalahan ini kini menjadi sorotan warga. Mereka mendesak Pemdes mencari solusi yang lebih ramah lingkungan dan tidak mengorbankan kenyamanan belajar siswa.

Mereka juga berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) turun tangan agar masalah ini tidak berlarut-larut dan mencemari lingkungan sekitar.***