Gaya HidupPilihan EditorSeni & Budaya

Seniman Budi Bima : Dari Film Layar Lebar hingga Sutradara Lenong Bocah

×

Seniman Budi Bima : Dari Film Layar Lebar hingga Sutradara Lenong Bocah

Sebarkan artikel ini

Budi Bima aktor antagonis

Budy Gunawan alias Budi Bima aktor antagonis asal Tegal

Beritamerdeka.co.id – Nama Budy Gunawan mungkin tak asing di kalangan penikmat film dan sinetron sedangkan dikota asalnya nama itu belum tentu dikenalinya.

Di kota Asalnya, orang akan langsung mengenalinya dengan nama panggilan bukan dengan nama asli seperti dikenal kalangan artis Budy Gunawan.

Advertisement
Scroll untuk membaca

Pria yang akrab dipanggil Budi Bima ini, didunia hiburan telah membuktikan kepiawaiannya pada seni peran dengan terlibat dalam sejumlah judul populer.

Lahir 52 tahun lalu di Tegal, Budi telah menjelma menjadi seorang seniman serba bisa yang menjadikan akting sebagai “seni yang seksi” dan penuh tantangan.

​Pengalamannya di dunia seni peran tak main-main. Budi Bima telah membintangi beberapa film layar lebar, seperti Dear Nathan, Lantai 4, Jeritan Malam, Suzzanna: Malam Jumat Kliwon, hingga yang terbaru Panggonan Wingit 2.

Ia juga aktif di FTV dan berbagai sinetron, seperti Kian Santang, Amanah Wali, dan Anak Jalanan.

Film Suzzana Santet ‘Dosa Diatas Dosa’, Budi Bima bermain bersama sederet aktor dan aktris kawakan seperti Luna Maya, Reza Rahardian, El-Manik, Yati Surahman, Iwa K, Andi Riff, Azis Gagap, Adi Bing Slamet dan Nunung Srimulat.

“Saya disitu berperan sebagai peran antagonis terkejam bersama Andi Riff dan Iwa K serta Clif Sangra,” ucap Budi Bima saat dihubungi beritamerdeka.co.id, Jumat, 12 September 2025.

Budi Bima pernah masuk dalam kategori The Best Actor Festival Lenong se-Jabodetabek tahun 2019 sebagai pemeran utama pria terbaik saat memperingati Hari Ulang Tahun ke-492 DKI Jakarta.

“Akhirnya mengantarkan saya berangkat dari sebuah keprihatinan untuk mengembangkan budaya teater tradisional,” ujarnya.

Karena kiprah tersebut pemerintah DKI Jakarta memintanya untuk aktif dalam penyutradaraan anak-anak untuk bermain festival anak.

​Perjalanan Budi mendalami seni peran bermula dari pengalamannya digembleng di berbagai grup teater, baik di daerah maupun pusat.

Keprihatinan yang mendalam terhadap budaya Indonesia mendorongnya untuk terjun langsung dan mendalami seni teater tradisional, khususnya Lenong Betawi. Ia pun kini aktif bergabung dalam grup Lenong Denes Kembang Batavia.

​Rasa empati dan kecintaannya pada seni budaya tidak berhenti di situ. Budi Bima kini melebarkan sayapnya menjadi sutradara.

Ia menggarap sebuah pementasan lenong bocah berjudul “Celengan” di bawah naungan Sanggar Bang Jun.

​”Celengan” bukan sekadar pertunjukan biasa. Karya ini sarat akan pesan moral, terutama bagi anak-anak, tentang pentingnya menabung untuk masa depan dan menjadi pribadi yang mandiri. Pertunjukan ini rencananya akan segera dipentaskan di Teater Besar Taman Ismail Marzuki.

​Dengan karya ini, Budi berharap dapat menjadi bagian dari upaya melestarikan kekayaan budaya Indonesia, seperti kutipan yang ia sampaikan.

“Buaya mencari makan melata di waktu pagi, budaya musti kita pertahankan, kalau bukan kita siapa lagi?”. (Anis Yahya)

 

Diorama Budi Gunawan alias Budi Bima

Lokasi Syuting