
Beritamerdeka.co.id – Dua hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H – 2025 M, belum terlihat adanya hiruk-pikuk aktivitas pemudik baik dari terminal maupun stasiun menggunakan angkutan kota (angkot). Bahkan masyarakat pun yang bepergian tidak ada yang menggunakan angkot. Sepinya penumpang dikeluhkan para sopir angkot di Tegal.
“Sebentar lagi lebaran, penumpang masih sepi, belum kelihatan banyak aktivitas masyarakat yang menggunakan angkot,” kata salah satu sopir angkot sekaligus Ketua Paguyuban Angkot Dukuhturi, Warsito, saat menunggu antrian penumpang di depan Pasar Pagi, Sabtu 29 Maret 2025.
Warsito yang sudah menggeluti sebagai sopir angkot selama 27 tahun mengatakan, hitungan hari lebaran Idul Fitri tiba kondisi angkot masih sepi penumpang. Aktivitas masyarakat belum ramai menggunakan angkot.
“Angkot saat saat ini membawa penumpang 4 orang sampai 6 orang padahal ini masuk H-2 lebaran Idul Fitri, sementara untuk pulang pergi cukup buat isi bensin,” ungkap Warsito.
Sopir yang merangkap ketua paguyuban angkot Dukuhturi ini juga menjelaskan saat sekarang angkot yang aktif beroperasi cuma 6 unit yang sebelumnya ada 21 unit, berkurangnya armada karena sepinya penumpang semenjak pandemi covid-19.
Penumpang untuk saat ini tarifnya jarak jauh 7000 untuk jarak dekat 5000. Pendapatan setiap harinya tidak tentu terkadang 100.000 terkadang 150.000 sisa untuk beli bensin 60.000 sampai 75.000. Berangkat jam 5 pagi pulang jam 5 sore,” tuturnya.
“Harapannya saya selaku Ketua paguyuban angkot Dukuhturi pemerintah segera memperhatikan nasib sopir angkot, salah satunya dengan memfasilitasi tempat tempat untuk ngetem atau menunggu penumpang dengan teratur. Menertibkan jalur angkot biar sesuai trayek yang ditentukan,” harap Warsito. (Zaen)