Regional

Suasana Haru di Lapas Slawi, Puluhan Warga Binaan Khusyuk Baca Yasin dan Tahlil Demi Perbaikan Diri

×

Suasana Haru di Lapas Slawi, Puluhan Warga Binaan Khusyuk Baca Yasin dan Tahlil Demi Perbaikan Diri

Sebarkan artikel ini
Warga binaan Lapas Slawi mengikuti kegiatan pembacaan Surah Yasin dan Doa di Masjid At-Taubah (Ade W/beritamerdeka.co.id)

BeritaMerdeka.co.id – Suasana khusyuk menyelimuti Masjid At-Taubah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Slawi saat puluhan warga binaan larut dalam lantunan Surah Yasin dan doa tahlil.

Kegiatan yang digelar pada Kamis sore 13 November 2025 ini merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan rutin yang digagas pihak Lapas Slawi dalam rangka membangun karakter, keimanan, dan ketakwaan warga binaan.

Advertisement
Scroll untuk membaca

Acara dimulai pukul 17.30 WIB dan diikuti oleh 70 warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan penuh ketertiban dan kekhidmatan. Di bawah pengawasan petugas Lapas, kegiatan berjalan dengan aman dan lancar dari awal hingga akhir.

Kepala Lapas Slawi, Edi Kuhen, menjelaskan bahwa pembacaan Surah Yasin dan Tahlil bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian penting dari proses pembinaan kepribadian di lingkungan pemasyarakatan.

“Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, kami berupaya menciptakan suasana yang religius dan damai di dalam Lapas. Harapannya, warga binaan bisa memperbaiki diri, memperdalam pemahaman agama, serta siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab,” ujar Edi Kuhen.

Antusiasme terlihat jelas dari para warga binaan yang mengikuti kegiatan dengan penuh kesungguhan. Mereka tampak terharu dan bersemangat untuk terus memperbaiki diri melalui pendekatan spiritual.

Selain memperkuat nilai-nilai keimanan, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan antar warga binaan dan memperkuat hubungan harmonis antara petugas dan WBP.

Lapas Slawi berkomitmen untuk terus menyelenggarakan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan, sebagai wujud nyata dari misi pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada hukuman, tetapi juga pembinaan moral dan spiritual.

Dengan semangat “Pemasyarakatan Pasti Maju”, kegiatan ini diharapkan menjadi titik balik bagi warga binaan untuk menata hidup baru dan berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah bebas nanti.***