BeritaMerdeka.co.id – Bencana tanah bergerak melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, sejak Minggu sore 1 Februari 2026. Peristiwa yang dipicu hujan deras ini mengakibatkan kerusakan signifikan pada permukiman warga, infrastruktur desa, serta memaksa sejumlah keluarga mengungsi ke lokasi aman.
Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah selatan Padasari selama 2 jam menyebabkan tanah longsor dan pergerakan tanah di sejumlah titik. Dampaknya, puluhan rumah warga mengalami retak hingga rusak berat.
Kondisi diperparah dengan tanah bergerak susulan yang terjadi pada Senin 2 Februari 2026 sekitar pukul 19.00 WIB, sehingga jumlah rumah terdampak kembali bertambah.
Data sementara pada Selasa 3 Februari 2026, mencatat 104 rumah rusak dengan total 150 kepala keluarga (470 jiwa) terdampak.
Wilayah yang terdampak meliputi:
RW 02 RT 6, 7, 8, 9
RW 03 RT 12, 13, 14, 15
RW 04 RT 10, 11, 16, 17, 18 (Dukuh Tigasari RW 02, 03, 04)
Dukuh Padareka RW 01 RT 1, 2, 3

Selain permukiman, bencana ini juga merusak sejumlah infrastruktur vital, di antaranya jalan desa dan jalan kabupaten di tiga titik, satu bendung irigasi, dan satu jembatan desa.
Beberapa fasilitas umum dan sosial juga turut terdampak, antara lain:
Fasilitas peribadatan: 1 mushola di RT 6 RW 02
Fasilitas pendidikan: SDN Padasari 01, SMA Al Adalah, Pondok Pesantren Al Adalah, PAUD Al-Muna Padasari, MI Padasari, dan MDTA Nurul Atfal
Fasilitas kesehatan: Polindes Padasari
Saat ini tercatat 5 KK dengan 17 jiwa mengungsi di SDN Padasari 01, terdiri dari 6 laki-laki, 9 perempuan, dan 2 balita. Petugas menyebutkan jumlah pengungsi masih berpotensi bertambah seiring pergerakan tanah yang hingga kini masih berlangsung.
Tim gabungan yang terdiri dari Pemerintah Kecamatan Jatinegara, Polsek, Koramil, BPBD, PMI, serta Pemerintah Desa telah diterjunkan ke lokasi.
Upaya yang dilakukan oleh tim gabungan meliputi assessment dan pemantauan lapangan, koordinasi lintas sektor, distribusi logistik awal, serta penyiapan lokasi pengungsian.
Saat ini, kebutuhan paling mendesak bagi para pengungsi adalah bantuan sandang dan pangan, seiring belum stabilnya kondisi tanah dan cuaca yang masih berpotensi hujan.
Pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap waspada, menghindari area rawan, serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.***














