
BeritaMerdeka.co.id – Suasana penuh semangat menyelimuti kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Slawi, pada Selasa 7 Oktober 2025.
Ribuan benih ikan nila tampak ditebar serentak ke dalam kolam, menandai dimulainya langkah baru Lapas Slawi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Sebanyak 12.000 ekor benih ikan nila resmi ditebar dalam kegiatan perdana ini. Tak sekadar seremoni, kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, yang menekankan pembinaan kemandirian warga binaan melalui aktivitas produktif dan bernilai ekonomi.
Kegiatan ini menggandeng Yayasan Al-Malaa sebagai mitra strategis dalam pengembangan budidaya perikanan. Kolaborasi ini membuka ruang luas bagi warga binaan untuk belajar langsung mengelola kolam, mulai dari proses penebaran, pemberian pakan, hingga panen nanti.
“Kami berharap program budidaya ikan nila ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi masyarakat sekitar. Bahkan, bisa menjadi salah satu sumber Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP),” ujar Kepala Lapas Slawi, Edi Kuhen.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Al-Malaa, Hamid, menyambut baik sinergi yang terjalin.
“Kami bangga bisa berkolaborasi dengan Lapas Slawi. Program ini bukan hanya tentang ikan atau ketahanan pangan, tetapi tentang membangun harapan dan keterampilan hidup baru bagi para warga binaan,” tuturnya.
Melalui langkah ini, Lapas Slawi semakin menegaskan komitmennya dalam menciptakan pembinaan yang produktif, mandiri, dan berdampak nyata bagi pembangunan nasional.***
